Warga Anggap Pembelajaran Online Memberatkan Warga Tak Mampu

Foto: Ilustrasi

CILEGON, BCO – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon telah menetapkan pembelajaran sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) secara daring atau online. Hal itu berdasarakan Surat Edaran (SE) Dindik Kota Cilegon dengan nomor 800/775-Dindik tentang Pelaksanaan Peserta Didik di Tengah Masa Pandemi Covid-19 di Kota Cilegon Tahun Ajaran 2020-2021.

Pada pelaksanaannya, peneparan pembelajaran online dinilai sebagian orang tua siswa atau warga masih memberatkan, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu lantaran tidak fasilitas ponsel pintar atau kuota internet.

Salah seorang wali murid siswa SDN 6 Cilegon yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, bahwa ia berharap jika kebijakan perihal penerapan belajar online tidak diberlakukan secara merata, terlebih kepada siswa dan orang tuanya yang tidak mampu.

“Saya bisa sampai Rp50 ribu untuk pembelajaran. Kadang juga istri mengeluh karena fasilitas adnroidnya itu tidak maksimal. Kami berharap ada kebijakan,” katanya kepada wartawan. Senin, 13 Juli 2020.

Ia menyampaikan, pihaknya sudah meminta kebijkan dari sekolah untuk mengadakan program pembelajaran secara langsung, atau hanya dengan mengambil tugas dan memberikan tugas ke sekolah. Namun, hal itu ternyata tidak diberikan oleh pihak sekolah.

“Istri saya sudah minta tapi tetap harus online. Kami berharap kebijakan dari sekolah dan dinas, sehingga kami tidak terbebani,” ujarnya.

Selain itu metode belajar online dinilai tidak efektif kepada anak, karena pembelajaran menjadi tidak maksimal. Bahkan, anak-anak cenderung bermain game dan menonton video pada handphone yang digunakannya.

“Kan jadinya kebanyakan main game sama nonton video. Kalau belajarnya hanya sebentar saja,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dindik Kota Cilegon Ismatullah mengungkapkan, Dindik Kota Cilegon memberikan kelonggaran bagi warga tidak mampu dengan metode di luar jaringan (Luring), orang tua siswa bisa datang ke sekolah untuk meminta materi yang diberikan gurunya.

“Yang tidak mampu bisa Luring, dengan datang ke sekolah, materi diberikan oleh gurunya,” imbuhnya. []

0Shares