Lapas Cilegon Lakukan Simulasi Penanganan Napi Tertular Corona

CILEGON, BCO – Tiga orang petugas medis berseragam alat perlindungan diri (APD) berjalan dengan cepat menuju Lapas Kelas II A Cilegon. Mereka langsung membawa tandu kemudian langsung mengevakuasi seorang narapinda yang tertular virus corona.

Ketiga orang tersebut mengenakan masker dan penutup wajah transparan serta sarung tangan panjang berwarna kuning. Para petugas serta pihak kepolisan akhirnya membawa napi suspect virus corona tersebut ke RSUD Dr Drajat Prawiranegara, Kabupaten Serang.

Kegiatan ini merupakan simulasi yang dilakukan oleh Lapas Kelas II A Cilegon kepada narapidana yang terkena suspect virus corona.

Plh Kepala Seksi Pembinaan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Cilegon Zulkarnaen mengatakan, simulasi ini dilakukan sebagai upaya kewaspadaannya terhadap penyebaran virus corona.

“Dalam simulasi ada napi yang terkena virus corona. Napi yang tersuspek virus corona langsung kita (Lapas Kelas II A Cilegon) evakuasi. Untuk menangani napi yang terjangkit virus, ada petugas dari RSUD Dr Drajat Prawiranegara untuk membawa langsung napi tersebut,” kata Zulkarnaen kepada wartawan saat ditemui di Lapas Kelas IIA Cilegon, Rabu 04 Maret 2020.

Meski begitu, ia melanjutkan, pihaknya mengaku terus siaga dalam penanganan kasus tersebut melalui tim yang telah dibentuk.

“Intinya, apabila ada napi yang ketahuan tersuspek virus corona, kami sudah siap. Tapi sejauh ini, untuk di Lapas Kelas II A Cilegon belum ada dan mudah-mudahan tidak ada napi yang tersuspek corona,” ujarnya.

Disinggung pemeriksaan tamu maupun keluarga napi yang datang, pihaknya akan memeriksa suhu tubuh keluarga napi dengan menggunakan alat thermo scanner atau alat penunjuk panas tubuh.

“Setiap keluarga napi kita diperiksa oleh petugas menggunakan alat seukuran gawai yang memiliki sensor panas. Pengukur digital secara otomatis dalam waktu singkat akan menunjukkan suhu tubuh mereka,” terangnya.

Untuk diketahui, sebanyak 70 persen napi yang ada di Lapas Kelas II A Cilegon merupakan napi dari limpahan luar Kota Cilegon. Sementara 30 persennya merupakan Warga Binaan asal Kota Cilegon. []

0Shares