Januari – Maret, Dinkes Cilegon Catat 144 Kasus DBD. Dua Orang Warga Meninggal

CILEGON, BCO – Dinas Kesehatan Kota Cilegon mencatat, dari awal tahun 2020 hingga Maret 2020 ada sekitar 144 kasus warga Kota Cilegon yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan sudah ditangani. Dua orang warga meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Hal ini disampaikan Kadinkes Cilegon dokter Arriadna dalam keterangan tertulis yang diterima BCO, Sabtu 28 Maret 2020.

Menurut Arriadna, ada tiga kecamatan di Kota Cilegon yang paling banyak ditemukan kasus DBD. Diantaranya, Kecamatan Citangkil, Kecamatan Ciwandan, dan Kecamatan Cilegon.

“Sampai saat ini jumlah kasus yang sudah ditangan 144 (kasus). Dua orang meninggal dunia warga Jombang dan Cilegon,” ujar dokter Arriadna.

Dikatakan Arriadna, perilaku kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih belum cukup. Oleh karenanya, ia menghimbau masyarakat untuk secara rutin seminggu sekali melakukan gerakan pembasmian sarang nyamuk (PSN) Aedes Aegypti guna memutus rantai penyakit DBD.

“Untuk diketahui daerah yg banyak kasusnya ternyata ABJ (Angka Bebas Jentik) dibawah dibawah 95 persen dan rata-rata hanya 80 persen.  Artinya perilaku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan memang belum cukup baik,” jelasnya.

Selain itu, Arriadna juga memaparkan, siklus pertumbuhan nyamuk penyebab DBD dari jentik hingga dewasa itu membutuhkan waktu 10 hari. Untuk itu ia berharap, dengan gerakan PSN secara rutin tersebut dapat memusnahkan jentik – jentik nyamuk Aedes Aegypti sehingga tidak menjadi nyamuk dewasa.

“Siklus nyamuk Aedes dari jentik menjadi nyamuk dewasa itu 10 hari. Harapannya, dengan PSN seminggu sekali tidak membuat jentik-jentik itu menjadi nyamuk dewasa,” pungkasnya. []

0Shares