Gara-gara Corona, PMI Kota Cilegon Kekurangan Stok Darah

CILEGON, BCO – Aturan pemberlakuan Physical Distancing atau jaga jarak kontak fisik yang terapkan pemerintah ternyata berdampak pada sisi kemanusiaan. Bahkan, akibat penerapan aturan tersebut ditengah gempuran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon harus kehabisan stok darah.

Padahal, salah satu cairan hidup pengantar oksigen ini sangat penting untuk orang yang sedang sakit dan membutuhkan bantuan. Terlebih saat ini PMI Kota Cilegon telah bekerja sama dengan 10 rumah sakit besar dan klinik kesehatan di wilayah Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang.

Menurut Kepala Unit Donor Darah PMI Cilegon dokter Budiardjo, selama wabah Corona ini, permintaan darah dari rumah sakit terbilang cukup banyak dan bervariasi sehingga membuatnya kesulitan mencari pendonor ditengah aturan Social Distancing ini. Oleh karena itu, pihak PMI Kota Cilegon berupaya mencari alternatif lain demi mengumpulkan darah untuk orang yang membutuhkan. Selain itu, alternatif lain juga dipakai untuk kelaurga pasien yang memiliki golongan darah yang sama.

“Jelas berpengaruh besar, kita punya rencana untuk melaksanakan kegiatan mobile unit ke perusahaan-perusahaan di wilayah Cilegon. Ternyata jadwal yang sudah kita siapkan harus cancel. Itulah kesulitan kita, makanya stok darah kita trus menurun,” kata dokter Budi di Kantor PMI Kota Cilegon, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Rabu 08 April 2020.

Budiardjo menjelaskan, sebelum ada pandemi Covid-19, PMI Cilegon bisa mengumpulkan ratusan kantong darah dari para pendonor. Namun untuk saat ini pihak kesulitan untuk mendapatkan darah.

“Ada penurunan, kalau kita ngambil kantong itu satu orang kan 1 kantong sekitar 350 cc. Kalau yang datang ke kita itu sekitar 5 org ada, itu sukarela ya, setiap hari. Jadi sebulan itu bisa 150-170 kantong, itu sblum ada covid. Kalau setelah ada covid ini menurun,” jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini pihak PMI Kota Cilegon telah meminta bantuan pemerintah di Lingkungan Pemkot Cilegon agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mau mendonorkan darahnya. Kendati demikian, tidak semua orang bisa diambil darahnya lantaran beberapa kriteria. Selama ini, pihak PMI Kota Cilegon lebih kesulitan mencari donor darah golongan AB.

“Adanya covid ini kita gerakan mobile unit, untuk ke OPD. Jadi kita minta bantuan Sekda untuk bisa membantu meningkatkan cakupan darahnya. Yang paling sulit itu mencari golongan darah AB, jadi itu yang kadang kosong kalau lihat di grafik laporan stok darah kita itu,” pungkasnya. []

0Shares