DP3AKB Cilegon Targetkan 2.066 Akseptor dan Kampanye Anak Pintar Pakai Masker

CILEGON, BCO – Untuk menjaga stabilitas terhadap tumbuh kembang keluarga pada masyarakat di Kota Cilegon, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon sedang fokus memprioritaskan dua program unggulannya ditengah persoalan pandemi Covid-19. Program tersebut adalah Program Sejuta Akseptor (Program KB) dan Program Kampanye Anak Pintar Pakai Masker.

Meskipun program sejuta akseptor merupakan program nasional, namun DP3AKB Cilegon patut berbangga lantaran bisa melebihi target yang ditentukan. Dari target 2066 unit akseptor yang diberikan, DP3AKB Cilegon mampu melampaui itu dengan jumlah total pelayanan KB mencapai angka 3292 unit.

Menurut Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anita Susila, salah satu program untuk mengantisipasi adanya baby boom (ledakan kelahiran) itu terus disosialisasikan untuk menahan angka kelahiran sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru dari jumlah penduduk.

“Kebetulan kemarin Hari Keluarga Nasional ke 27, BKKBN pusat punya program bagus pelayanan sejuta akseptor ini didalam antisipasi agar tidak terjadi baby boom, pertumbuhan penduduk juga tidak meningkat. Alhamdulillah di kami melebihi target,” ujar Heni Anita Susila Kepala DP3AKB Cilegon, Rabu 1 Juli 2020.

Tak hanya menjelaskan soal program pembagian sejuta akseptor, Kepala DP3AKB Kota Cilegon juga menjelaskan perihal program Kampanye Anak Pintar Pakai Masker tentang pentingnya penggunaan masker terhadap anak saat mengunjungi tempat keramaian saat penerapan kenormalan baru ini.

Program ini merupakan edukasi terhadap orangtua agar tidak mengabaikan protokol kesehatan saat mengunjungi tempat ramai. Kendati demikian, ada beberapa aturan terhadap anak yang diperbolehkan menggunakan masker dan yang tidak diperbolehkan menggunakan masker.

“Untuk sementara 5 hari itu kita melakukan road show di pusat perbelanjaan. Jadi anak diatas 2 tahun harus menggunakan masker, sebaiknya kalau balita jangan dibawa keluar rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, kepala dinas yang akrab disapa Bunda Heni ini mengaku tengah menyiapkan program lain yang nantinya akan diterapkan tahun depan. []

0Shares