Ditengah Covid-19, Jalan Protokol Cilegon Jadi Arena Balap Liar

Sekelompok remaja tanggung sengaja menutupi jalan untuk mennggelar aksi balap liar/Foto: Adji Ramadhan (www.bco.co.id)

CILEGON, BCO – Wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan anjuran pemerintah perihal penerapan Physical Distancing (jaga kontak fisik) serta larangan berkerumun tampaknya tidak menjadi halangan untuk sekelompok remaja tanggung atau yang masih berusia belasan tahun ini untuk menggelar aksi balap liar di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, atau tepatnya didepan. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cilegon.

Belasan remaja tersebut bahkan tergolong nekad lantaran menutup akses jalan untuk kendaraan lain ketika akan melintas. Aksi balap liar ini terekam action cam yang digunakan BCO saat melintasi jalanan tersebut sekira pukul. 03.10 WIB, Selasa dinihari, 21 April 2020.

Berdasarkan pantauan BCO di sekitar lokasi, derungan suara bising yang keluar dari knalpot racing (Racing Exhaust) dari motor Suzuki Satria FU dan Yamaha Mio saling bersahutan mengganggu pendengaran.

Selain itu, beberapa kali pengguna jalan mencoba membubarkan aksi balap liar yang menutup jalan dan mengganggu arus lalu lintas ini dengan membunyikan klaksonnya. Namun, hal itu tidak diindahkan oleh anak-anak remaja tersebut.

Ironisnya, ajang yang menggunakan jalanan umum ini juga disaksikan sejumlah remaja perempuan yang berada dibarisan belakang maupun samping jalan kendaraan roda dua ini yang sengaja menonton aksi para joki jalanan tersebut tanpa memikirkan waktu yang mulai beranjak pagi dan terpantau tidak menggunakan masker yang wajib digunakan saat keluar rumah.

Padahal, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kota Cilegon telah mengeluarkan himbauan kepada warganya untuk berdiam diri di rumah masing-masing guna memutus sebaran rantai Covid-19.

Ahmad, salah seorang pengguna jalan mengaku miris melihat kondisi ini. Menurutnya, tidak seharusnya para remaja itu keluar malam untuk melakukan hal-hal yang tidak penting apalagi menggelar aksi balap liar yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun mengganggu waktu istirahat warga sekitar.

“Bukannya pada tidur di rumah ini malah trek-trekan (sebutan balap liar). Kalau kecelakaan gimana, itu juga ada anak perempuan yang nonton. Enggak dicariin orang tuanya tuh jam segini masih diluar,” katanya kepada BCO.

Senada dengan Ahmad, salah seorang pedagang di wilayah Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Cilegon, yang enggan menyebutkan identitasnya itu menyatakan, sebelum berlakunya himbauan Social Distancing banyak remaja keluar tengah malam untuk mengikuti ajang balap liar ini.

“Sering kang, dulu sebelum corona ada juga mereka mah sering balap disini. Kalau malam minggu tapi, kalau sekarang mungkin karena sekolah diliburkan jadilah mereka balapan,” ungkapnya.

Ia juga mendorong kepolisian untuk lebih giat lagi berpatroli di jam malam guna mengamankan situasi tersebut.

“Kalau bisa mah lebih giatlah patrolinya, ini kan tengah malam mau pagi adanya. Biasanya kalau jam-jam tertentu (antara jam 20.00 WIB – 24.00 WIB) mereka masih pada nongkrong di tempat lain,” tandasnya. []

0Shares