Wisatawan di Anyer dan Cinangka Terpengaruh PSBB

CILEGON, BCO – Aturan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan di beberapa daerah di Banten dan Jakarta berimbas langsung terhadap tingkat kunjungan pada sektor pariwisata di Kawasan Objek Wisata Pantai Anyer Cinangka. Pasalnya, wilayah ini biasanya dipadati oleh wisatawan dari beberapa daerah diluar Banten.

Meskipun demikian, Kabupaten Serang belum menetapkan aturan PSBB, namun beberapa daerah penyangga wilayah ini sudah melakukan pengetatan. Seperti di Cilegon, Kota Serang, dan Tangerang Raya.

Salah seorang pengelola pantai di Kawasan Anyer Cinangka, Fahri menuturkan, hingga siang ini kondisi pantai di wilayah tersebut sepi dan hanya menyisakan sejumlah wisatawan lokal saja.

“Langsung sepi bang, anjlok parah. Banyak yang udah booking pantai langsung di cancel,” ujar Fahri, pengelola Pantai Florida Indah Anyer kepada BCO, Sabtu 12 September 2020.

Dikatakan Fahri, pengunjung atau wisatawan di wilayah ini biasanya datang dari wilayah Jabodetabek. Akan tetapi, saat ini mereka (wisatawan) membatalkan kunjungannya tersebut karena aturan PSBB.

“Biasanya dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Depok, sekarang mah sepi. Ada dari Cilegon aja, itupun engga sampe 10 orang. Pokoknya langsung anjlok 80 persen, tinggal sedih na bae ayeuna kang (tinggal sedihnya saja sekarang),” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi via telepon General Manager Allisa Resort Anyer Titi Masniati mengungkapkan, tingkat kunjungan di tempat ini masih tergolong normal dan belum terpengaruh oleh aturan PSBB.

“Alhamdulillah masih (normal), untuk saat ini belum ada pembatalan. Enggak tahu kedepannya om,” kata Titi Masniati.

Dikatakan Titi, meskipun dibatasi, wisatawan di tempat ini wajib menerapkan protokol kesehatan. Hingga saat ini, tercatat ada 40 persen wisatawan yang telah memesan kamar.

“Kami di 40 persen (dari 50 persen yang disediakan),” tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten telah mengeluarkan kebijakan untuk semua wilayah di daerah ini memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan tersebut diterbitkan Gubernur Banten Wahidin Halim karena merujuk pada kasus Covid-19 yang terus meningkat saat fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). PSBB sendiri rencananya akan berlangsung hingga 14 hari kedepan. []

0Shares