Warga Ciwandan Melahirkan Bayi Kembar Tiga

CILEGON, BCO – Warga kurang mampu bernama Siti Halimah di Lingkungan Cigobang, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon melahirkan bayi kembar tiga, laki-laki di rumahnya, Selasa dini hari, 12 Mei 2020. Halimah dibantu ibunya saat proses melahirkan.

Sebelumnya, Halimah disarankan bidan ke puskesmas, namun tidak juga datang dengan alasan tidak punya biaya. Padahal untuk biaya bersalin bagi warga kurang mampu ditanggung jampersal (jaminan persalinan).

Mengetahui itu, Dua bidan desa dari wilayah Kelurahan Randakari dan Kelurahan Gunung Sugih, langsung mendatangi rumah Halimah untuk memberikan pertolongan kepada ibu dan bayinya. Melihat kondisinya lemah, bidan langsung menghubungi ambulan untuk dibawa ke Puskesmas Ciwandan.

Diceritakan Siti Halimah, ia sebelumnya merasakan reaksi pada perutnya lalu menelpon ibunya Sunayah untuk menemaninya menunggu kedatangan bidan desa. Namun sekitar pukul. 02. 00 WIB, bayi tersebut lahir dengan bantuan Sunayah ibu dari Siti Halimah.

“BPJS ada tapi udah di blokir karena lama enggak dipakai, bantuan mah dapat walaupun enggak besar,” kata Halimah di Puskesmas Ciwandan, 12 Mei 2020.

Sementara berdasarkan penuturan Bidan Desa yang menanganinya, sebelumnya keluarga ini mengaku tidak memiliki biaya dan tidak ada kendaraan untuk membawanya ke Puskesmas Ciwandan. Oleh sebab itu, bidan Renita dari wilayah Kelurahan Randakari dan bidan Khofiyah dari wilayah Kelurahan Gunung Sugih berinisiatif berangkat ke lokasi dengan berkoordinasi bersama bidan Kepuh yang saat itu sedang menunggu di Puskesmas Ciwandan untuk memberikan pertolongan.

Ketika tiba di lokasi, dua bidan ini mendapati ketiga anak kembar itu telah lahir dengan kondisi lemah.

“Sebetulnya itu bukan kelurahan saya, tapi yasudah karena sudah di lokasi kita tolong aja khawatir terjadi apa-apa,” tutur Renita.

Senada dengan Renita, Khofiyah mengatakan sempat kaget melihat kondisi di lokasi yang ketiga bayi itu sudah tergeletak lemah.

“Sempat bengong melihat keadaan yah, ngelihat itu bayi udah tergeletak berjejer tiga dengan ibunya yang posisi miring lemas. Sudah dibungkus bayinya dengan kain. Akhirnya kita telpon puskesmas untuk minta ambulance,” kata Khofiyah.

Untuk diketahui, saat terlahir bayi kembar tiga itu hanya memiliki berat 1,9 kg, 1,15 kg, dan 1,08 kg berjenis kelamin laki-laki. Lantaran kondisinya lemah, ketiga bayi kembar itu dirujuk ke RSUD Cilegon untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara untuk biaya persalinan telah ditanggung oleh bantuan Jampersal dari pemerintah. []

0Shares