Usai Mediasi Demo Sopir Truk, Ini Kata Pengelola Pelabuhan Merak

CILEGON, BCO – Mediasi unjuk rasa yang melibatkan sopir truk dan paguyuban pengurus truk dengan pihak pengelola Pelabuhan Merak berlangsung alot. Meski begitu, General Manager PT ASDP Indonesia Cabang Utama Merak Hasan Lessy mengatakan, pihaknya akan terus melakuan penerapan tiket online sesuai aturan pemerintah bahwa mulai 01 Mei 2020 nanti sistem tersebut harus 100 persen berjalan.

“Sesuai kebijakan pemerintah, 01 Mei itu pelaksanaan ataupun sudah 100 persen online ticketing,” ujar Hasan, Jumat dinihari 17 April 2020.

Hasan menjelaskan, pelaksanaan yang membuat ratusan sopir truk berunjuk rasa ini daikuinya sebagai hal yang wajar. Namun untuk sistem, pihaknya mengaku saat ini kondisinya normal dan lancar. Ia juga mengaku, sosialisasi tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu.

“Kalau sosialisasi dan edukasi, inikan sudah berjalan sudah sekian lama. Sudah sejak dari 2019 bahkan angkutan lebaran online itu sudah jalan,” tukasnya.

Untuk memperlancar kondisi pelabuhan yang sempat macet, PT ASDP Indonesia Cabang Utama Merak membuka 8 pintu gate, baik untuk tiket online maupun yang menggunakan top up.

Di tempat sama, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana menyatakan, Paguyuban Petruck Merak setuju dengan sistem online. Kendati demikian diakuinya, kebijakan pemerintah untuk sistem online harus dilakukan secara cara yang bertahap.

“Dari pihak paguyuban Petruck yang memberikan pelayanan kepada truk-truk yang menyebrang ini mereka setuju dengan online,” ucap Yudhis.

Oleh karena itu, kepolisian akan menindak lanjuti aksi ini dengan musyawarah guna menemukan solusi tepat untuk Petruck dan PT ASDP Indonesia Cabang Utama Merak agar bisa melayani truk yang menggunakan jasa penyebrang jalur laut ini.

Untuk diketahui, pada saat unjuk rasa sopir truk ini, polisi juga menyiagakan ratusan aparat baik dari Polres Cilegon maupun Brimob Polda Banten guna menjaga keamanan. []

0Shares