Tanam 100 Pohon, Lapas Cilegon Ciptakan Agro Wisata Edukatif

CILEGON, BCO – Puluhan petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cilegon menanam 100 batang pohon buah-buahan dari berbagai jenis. Setelah pepohonan tersebut tumbuh, akan difungsikan sebagai tempat rekreasi dan edukasi untuk warga sekitar, Sabtu 25 Juli 2020.

Ini dipakukan sebagai upaya pihak Lapas mengubah pandangan masyarakat terhadap keberadaan Lapas yang terkesan ketat dan menakutkan.

Kepala Lapas Kelas II A Cilegon Masjuno mengatakan, selain untuk kelestarian lingkungan dan dan mengenalkan beragam jenis buah-buahan, pihak Lapas sendiri akan membuat aturannya agar wilayah tersebut bisa dinikmati masyarakat.

“Kita berinama Lagoon Hills. Kedepannya akan kita proyeksikan lingkungan ini sebagai agro wisata. Tentu ada beberapa manfaat di samping kelestarian lingkungan. Ini edukasi tidak hanya untuk lingkungan kita. Kita akan laksanakan juga untuk masyarakat yang diluar. Nanti kita kemas alurnya dan lain sebagainya,” ujar Masjuno kepada wartawan, di sela Soft Launching Agro Wisata di Lapas Kelas II A Cilegon.

Masjuno menuturkan, dengan cara seperti ini, Lapas sendiri ingin mengubah cara pandang masyarakat tentang penjara yang dikenal menakutkan atau tertutup dari lingkungan masyarakat sekitar.

“Paradigma selalu bergeser. Ketat tidak harus tertutup, ketat tidak harus clossing terhadap apapun. Kita enggak. Secara lingkungan kita open, justru kita akan mengenalkan kepada masyarakat bahwa penjara tidak lagi seperti yang dibayangkan,” jelasnya.

Masih kata Kalapas, upaya seperti ini akan mempengaruhi hal – hal yang positif bagi warga binaan ataupun masyarakat setempat.

“Sangat memengaruhi. Memengaruhi itu dalam kerangka yang positif. Mereka inikan dipidana hilang kemerdekaan yang secara kehidupan tak boleh dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Harus ada berkesinambungan. Tentu dengan segala proses, tentu dengan segala prosedur pembinaan – pembinaan. Tetapi intinya adalah, mereka tidak boleh dipisahkan dari masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Masjuno mengatakan, saat ini ada 1,3 hektare lahan kosong yang akan terus ditanami pohon buah atau tanaman lain yang berkaitan dengan agro wisata ataupun ilmu pengetahuan, supaya masyarakat mengetahui manfaat dan jenis pohon yang tumbuh. []

0Shares