Tagihan Listrik Naik Berlipat, Warga Cilegon Buat Petisi

CILEGON, BCO – Beberapa hari terakhir di bulan April yang dibayar Mei 2020, warga di Kota Cilegon dikejutkan oleh tagihan listrik yang naik lebih dari dua kali lipat. Terlebih, saat ini banyak warga yang kehilangan pekerjaannya akibat dampak Covid-19.

Seperti dialami Masdani, warga Lingkungan Cibeber Timur, Kelurahan/Kecamatan Cibeber mengeluhkan tagihan listrik yang naik 3 kali lipat atau Rp. 912.672 dibandingkan biasanya. Hal itu dianggap tidak masuk akal. Sebab, tagihan listrik setiap bulannya semenjak Januari sampai April hanya rata-rata Rp. 300 ribu rupiah per bulannya.

Masdani mengungkapkan, kenaikan tersebut tidak normal karena biasanya pemakaian listrik hanya rata-rata 8 kwh perharinya atau 240 kwh per bulan. Namun pada tagihan Mei menjadi rata-rata 23 kwh par hari atau sekitar 700 kwh lebih per bulan. Padahal, secara penggunaan listrik yang dipakai juga tetap normal seperti biasa. Tagihan bulan Desember hanya sebesar Rp. 365 ribu, Januari hanya Rp253 ribu, Februari hanya Rp. 279 ribu dan tagihan Maret hanya Rp301 ribu.

“Tidak masuk akal, masa sampai 712 kwh atau satu bulan tagihan sekitar Rp912.672 ribu. Padahal tiga bulan sebelumnua rata-rata hanya 240 lebih atau hanya Rp300 ribu lebih,” katanya kepada wartawan, Selasa 12 Mei 2020.

Masdani mengungkapkan, tidak mungkin tagihan listrik mencapai Rp912.672 pada bulan April. Sebab, penggunaan normal. Hal itu karena di rumah ada dirinya dengan istri dan satu anak perempuan. Menurut Masdani, ditengah pandemi korona yang serba sulit untuk kebutuhan, harus membayar sebesar itu juga tidak akan mampu.

“Kalau yang lain itu naik paling setengahnya dari Rp300 ribu ke Rp450 ribu. Kalau itu masih wajar. Tapi kalau sampai 3 kali lipat bayarnya bagaimana. Apalagi kebutuhan juga harus terpenuhi ditengah pandemi,” ungkap pria Pensiunan ASN ini.

Senada dengan Masdani, Uri Masyhuri juga mengungkapkan hal serupa. Oleh karena itu ia membuat petisi di Internet agar PLN tidak semena-mena membuat rakyat menjadi tambah kesulitan.

“Petisi ini sebagai keluhan kami terhadap PLN yang seenaknya saja menaikan tarif ditengah pandemi Covid-19. Tidak ada pemberitahuan sama sekali tiba-tiba naik, ini maksudnya apa,” ungkap Uri.

Menurut Uri, kenaikan tarif tersebut sangat mencekik warga terutama yang butuh perhatian pemerintah.

“Kalau masih 50 persen saya sendiri menerima itu, tapi ini kan 3 kali lipat lebih. Bukannya itu sangat mencekik masyarakat bawah,” tukasnya.

Ia berharap petisi yang dibuatnya tersebut bisa sampai ke Pemerintah Pusat perihal kenaikan tarif listrik yang tidak masuk akal itu.

Sebelumnya BCO pernah mengkonfirmasi membengkaknya tagihan listrik. Pihak PLN menjelaskan bahwa tidak ada kenaikan harga listrik. Membengkaknya tagihan listrik disebabkan masyarakat stay at home sehingga konsumsi daya listrik meningkat.

Selain itu, pihak PLN juga menyebutkan pihaknya tertib melakukan kebijakan protokol _physical distancing_, yang menyebabkan petugas catat meter tidak bisa mengunjungi pelanggan untuk melakukan pencatatan meter secara langsung . Untuk itu tagihan didasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik 3 bulan terakhir yakni Desember, Januari, dan Februari. []

Berikut link petisi tersebut: http://chng.it/2yck4qFD

 

0Shares