Setubuhi Anak Gadis, Dukun di Purwakarta Ditangkap Polisi

CILEGON, BCO – Satreskrim Polres Cilegon berhasil menangkap AL (35), seorang dukun di kediamannya di Lingkungan Serdag, Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Senin, 28 September 2020.

AL ditangkap atas laporan tindakan pencabulan terhadap seorang gadis muda berusia 18 tahun yang diketahui warga Kota Serang. Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, kejadian pencabulan itu terjadi pada tanggal 03 September 2020 lalu.

Saat itu, korban Melati (nama samaran) diperkenalkan oleh rekannya (sedang dicari polisi) kepada AL karena korban ingin bertemu dengan almarhum ayahnya. AL sendiri mengaku bisa mempertemukan korban dengan ayahnya yang sudah meninggal. Setelah pertemuan singkat itu, Al meminta korban untuk datang lagi ke tempatnya. Pada Kamis 03 September 2020, ketika korban datang ke rumahnya, AL menghipnotis pelaku dan menggerayangi tubuhnya.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono membenarkan telah menangkap dukun diduga cabul di wilayah Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon tersebut.

“Dari keterangan, pelaku tersebut bisa mempertemukan korban dengan almarhum ayahnya. Korban mengaku jika dirinya kangen dengan orang tuanya yang sudah meninggal. Akhirnya, korban ini mencari orang pintar agar bisa mempertemukan korban ini dengan alhamarhum,” kata AKBP Sigit Haryono terkonfirmasi, Senin, 28 September 2020.

Lebih lanjut, Kapolres Cilegon mengatakan, ketika di rumah AL, korban ini diminta masuk kamar pelaku. Korban tak sadarkan diri dengan posisi sudah telanjang di dalam kamar. Dan ketika korban sadar, ia sudah dalam kondisi telanjang.

“Dari keterangan jika pelaku ini sakit lalu sudah tidak sadarkan diri. Setelah itu, korban pun terbangun dan posisi sudah telanjang bulat. Korban langsung teriak. Mendengar teriakan korban, pelaku pun langsung mengancam korban dengan akan menyebarkan video dan foto apabila melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Maryadi menuturkan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan apakah ada korban tambahan dalam kejadian tersebut.

“Dalam kasus ini kami masih lakukan penyelidikan. Barang bukti yang diamankan, pakaian korban, foto dan batu cincin milik pelaku. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenai KHUP 289 tentang Perbuatan Cabul dengan ancaman kekerasan selama 9 tahun penjara,” pungkasnya. []

0Shares