Sertifikat Tanah Tak Kunjung Diterima, Warga Gunung Sugih Ancam Lapor

CILEGON, BCO – Warga Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mengeluhkan lantaran sertifikat lahan garapannya hingga kini belum diterima.

Bahkan, mereka akan melaporkan dan mengadukannya ke DPRD Kota Cilegon. Pasalnya, warga setempat merasa ditipu oleh oknum tertentu yang mengkoordinasikan hal itu.

Muhibi, kepada wartawan menjelaskan, saat 2018 lalu muncul orang yang diduga oknum, mengkoordinasikan program Sertifikasi
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tanah negara yang sebelumnya hanya diberikan hak garap. Lalu kemudian menjadi hak milik penggarap yang diberikan pemerintah. Namun sertifikat yang dijanjikan tak kunjung diterimanya, padahal dua warga di antaranya sudah menerima sertifikat.

“Saya dapat itu setelah usaha panjang berbulan-bulan, yang ngasih bukan lurah, tapi pihak lain. Padahal semestinya kan pihak kelurahan,” kata Muhibi, Senin 20 April 2020.

Lebih lanjut, Muhibi mengatakan, sertifikat tanahnya berhasil diperoleh usai mengikuti jalan yang panjang. Ia mengungkapkan, baru bisa mendapatkan surat berharga itu setelah menandatangani surat perjanjian untuk membagi komisi apabila tanah tersebu berhasil dijual.

“Itu juga saya peroleh setelah saya meneken perjanjian dengan oknum itu. Saya diminta menyepakati perjanjian untuk memberikan komisi per meter jika tanah saya jual,” tukasnya.

Sementara, Lurah Gunung Sugih Bustanil Arifin mengaku belum mengetahui hal itu. Ia berjanji akan segera melakukan pengecekan terkait sertifikat tanah yang diduga digelapkan oknum.

“Saya belum tau Saya akan cek,” pungkasnya. []

0Shares