Seorang PDP di Cilegon Meninggal Negatif Covid-19

CILEGON, BCO – Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon dokter Arriadna mengumumkan bahwa satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) perempuan berumur 66 tahun meninggal dunia setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan melalui swab test, almarhumah dilaporkan negatif dari Covid-19. Dokter Arriadna juga menjelaskan, sebelumnya pasien tersebut sakit stroke.

“Saya menyampaikan bahwa hari ini satu orang PDP kita meninggal dunia, tetapi PDP tersebut sudah dilakukan test swab dan sudah dinyatakan negatif per tgl 3 april lalu. Selain dinyatakan PDP juga menderita penyakit stroke, hari ini ibu tersebut meninggal dunia,” kata dokter Arriadna kepada wartawan di Gedung Diskominfo Cilegon, Selasa 07 April 2020.

Oleh karena itu, Kadinkes Cilegon meminta masyarakat untuk tidak terpancing oleh social stigma atau sesuatu yang membuat rasa khawatir berlebih dan tetap baik menerima peristiwa ini.

Masih kata Arriadna, sesuai dengan aturan penanganan Covid-19, almarhumah harus tetap dimakam dengan prototape yang ada.

“Karena ibu sudah masuk dalam PDP kita, maka secara protape kita harus (melaksanakan) pemulasaran jenazah dengan protokol covid.
Karena ibu ini sebagaigai PDP yang belum dinyatakan sembuh, walaupun penyakitnya itu ada strokenya,” jelasnya.

Arriadna berharap, tidak ada lagi kasus yang meninggal karena covid dan tidak ada konfirmasi covid positif d cilegon. Masyarakat juga diminta untuk mengikuti anjuran-anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah dan menjaga jarak atau kontak fisik secara langsung.

Di sisi lain, Manager Pelayanan Media pada RSKM Cilegon Prijo Wahjuana mengatakan, pasien datang ke RSKM pada 29 Maret 2020 lalu dan langsung dirawat di IGD yang mana kemudian pihak rumah sakit berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Banten. Selanjutnya karena hasil swab test menunjukan negatif kemudian pasien dibawa kembali ke RSKM.

“Jadi pasien ini datang ke kami 10 hari yg lalu, dirawat di IGD, dan hasil pemeriksaan mengarah ke PDP. Kita koordinasi dengan dinkes Cilegon, kemudian pasien dirujui ke RSUD Banten, disana dirawat selama 7 hari sambil menunggu hasil swab, Dan hasilnya negatif. Kemudian dikembalikan ke kami, kami terima kami rawat, tetap dengan statusnya PDP, ” papar Prijo.

Ia juga meminta keluarga almarhumah untuk melakukan isolasi diri setelah peristiwa tersebut. Untuk diketahui, pasien meninggal pagi tadi sekira pukul 10.00 WIB. Berdasarkan data Dinkes Cilegon per hari Senin, 06 April 2020, jumlah ODP sekitar 335 orang yang mana 162 orang diantaranya sembuh. []

0Shares