Selama Pandemi, Terjadi 49 Kasus Kekerasan pada Anak dan Perempuan di Cilegon

CILEGON, BCO – Persoalan wabah corona tampaknya memunculkan permasalahan baru dalam segi kehidupan. Tak hanya berimbas pada sektor ekonomi saja, namun pandemi Covid-19 juga berimbas langsung terhadap psikis seseorang sehingga mampu melakukan tindakan – tindakan agresif. Seperti kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon Heni Anita Susila menyatakan, kekerasan terhadap anak dan perempuan selama pandemi Covid-19 di Cilegon meningkat tajam, dalam rentang waktu Januari – Mei 2020 terjadi 49 kasus.

“Jadi di massa pandemi ini ternyata angka kekerasan atau korban – korban yang datang ke UPTD PPA yang di Ketileng, itu setiap harinya ada yang melapor. Selalu ada kasus walaupun ada juga kasus yang berkelanjutan,” ujar Heni Anita Susila, kepada wartawan di ruangannya, Senin, 29 Juni 2020.

Dikatakan Heni, faktor tekanan psiskis akibat pandemi Covid-19 seperti persoalan PHK menjadi di antara penyebab terjadinya kekerasan tersebut.

“Ternyata di era pandemi ini meningkat kasusnya mungkin ini disebabkan banyak PHK, dan keduanya faktor ekonomi,” jelasnya.

Oleh sebab itu, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut DP3AKB Cilegon terus memberikan pelayanan konseling terhadap korban kekerasan dengan melakukan pendampingan ataupun menjadi penengah sehingga permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

“Dan kami mem-fasilitasi, menjadi mediator antara mereka dengan menyediakan psikolog,” tandasnya. []

0Shares