Sejumlah Mahasiswa Insan Unggul Diteror Penipu, Pelaku Mengaku Dosen

CILEGON, BCO – Penipuan dengan menggunakan alat komunikasi telepon yang terjadi pada mahasiswa dan mahasiswi Kampus STTIKOM Insan Unggul Cilegon membuat resah anak-anak kampus tersebut. Pasalnya, pelaku penipuan tersebut meminta dikirim pulsa kepada orang yang dihubunginya.

Salah seorang mahasiswa mengaku, pelaku penipuan awalnya menelpon dengan mengaku sebagai temannya dan meminta sejumlah pulsa untuk dikirimkan ke nomor penelpon itu.

“Semalem bang, awalnya teman saya yang kena. Pelakunya ngaku sebagai temannya dia minta pulsa 25 ribu, alhamdulilah enggak sampai transfer,” ujar Fitrah Nikmatullah kepada BCO, Jumat 21 Februari 2020.

“Ini bikin resah warga kampuslah bang, secara kan ngakunya beda-beda ke penelponnya. Anehnya pelaku ini rata-rata kenal sama anak-anak BEM,” Fitrah menambahkan.

Mahasiswa lain juga mengatakan, aksi penipuan dengan modus meminta pulsa tersebut menyasar beberapa anak BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dengan mengaku sebagai dosen di Kampus STTIKOM Insan Unggul Cilegon.

“Ke Saya juga nelpon kak. Ngakunya sebagai dosen di kampus. Dia (pelaku) nomernya kan enggak dikenal nelpon saya minta pulsa 100 ribu. Sebelumnya teman saya Reni, Ayu, sama Yesi, juga ditelponin sama dia (pelaku) modusnya sama minta pulsa,” kata Annisa Amalia.

Sementara di konfirmasi via telepon, Asep Saifudin salah seorang dosen di kampus ini membenarkan kejadian yang meresahkan warga kampus tersebut. Ia menduga, pelaku mendapatkan nomor telepon mahasiswa dari pamflet kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pihak kampus.

“Iya, saya baru dapat kabarnya ini. Jadi informasi yang saya dapatkan dari anak-anak yang dapat teror itu anak-anak BEM yang di indikasikan mendapatkan nomor-nomor itu dari pamflet kegiatan yang anak BEM akan dilaksanakan. Pamflet itu sendri di publish lewat cetak ataupun lewat medsos,” ungkap Asep.

Asep menjelaskan, saat ini pihak kampus belum menelusuri pemilik nomor yang mengaku sebagai dosen itu. Ia juga mengaku akan mengambil langkah hukum apabila pihak tersebut berhasil diketahui lantaran mencatut nama kampus untuk aksi kejahatannya tersebut.

“Belum saya telusuri lebih lanjut mas, lagi cari info dulu. Langkah yang akan diambil lewat jalur hukum mas, tp saat ini masih di data ada atau tidak ada yang sampai mentransfer pulsa,” tandasnya. []

0Shares