Rumah Warga Cigading Retak, Ujicoba Tiang Pancang PT Mayora Dituding Jadi Penyebab

CILEGON, BCO – Warga di RT 01 RW 01, Lingkungan Cigading, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mengeluh lantaran retak dinding rumahnya semakin bertambah di sejumlah titik dengan panjang bervariasi. Warga menduga, bertambahnya keretakan dinding tersebut akibat aktivitas pemasangan tiang pancang alias paku bumi di area PT Nutrindo Bogarasa Mayora Cilegon pada Jumat 10 Januari 2020 kemarin.

“Kalau keretakan ini sejak pabrik berdiri juga ada, tapi setelah adanya pemasangan paku bumi kemarin jadi bertambah lagi. Retaknya lumayan panjang kebetulan rumah saya dekat banget sama pagar pabrik paling sekitar 2-3 meteran,” ujar Adrian Maulana kepada BCO, Sabtu 11 Januari 2020.

Adrian mengatakan, hal tersebut bukan mengada-ada dan berharap PT Nutrindo Bogarasa Mayora Cilegon bisa memeberikan solusi. “Ibu saya bisa jadi saksinya. Kalau kita nyender ke dinding getarannya kerasa kok. Harapan saya setidaknya dari pihak Mayora ada kepedulian kepada masyarakat terdampak seperti saya. Entah direlokasi ataupun dana pembenahan rumah itu keputusan ada di pihak Mayora,” Adrian berharap.

Ditemui terpisah, Ketua RT 01 RW 02 Lingkungan Cigading Darul Ma’rif, mengaku tidak menemukan adanya keretakan akibat aktivitas pemasangan tiang pancang di perusahaan tersebut. Menurut ketua Rt, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 15 rumah di dekat pagarbpabrik pabrik yang ia lakukan dengan pihak perusahaan dan perwakilan masyarakat pada Sabtu pagi tadi, tidak ditemukan adanya kerusakan.

”Untuk sementara belum ada, karena memang belum dilakukan kegiatan itu (pemasangan tiang pancang),” ujar Darul Ma’rif.

Ia menjelasakan, pemeriksaan rumah warga dilakukan pihak perusahaan untuk mengantisipasi kerusakan jika nantinya kegiatan pemasanagan paku bumi itu dilakukan. “Makanya antisipasinya sebelum proyek ini dimulai. Antisipasinya difoto dulu rumah yang dekat dengan pabrik,” jelasnya.

Disinggung soal kabar pemasangan tiang pancang pada Jumat kemarin, Darul membenarkannya. Dikatakan, pemasangan tiang pancang dilakukan dalam rangka percobaan. Namun karena belum ada informasi kepada masyarakat, kegiatan ini telah dihentikan sementara waktu dan akan dilanjutkan lagi pada hari Minggu besok 12 Januari 2020.

“Itu untuk percobaan, karena memang awalnya dari pihak Mayora ataupun pihak proyek itu sendiri belum ada pemberitahuan, makanya kita setop. Mungkin besok akan mulai. Katanya itu baru pengetesan, itu juga baru tiga batang atau berapa batang gitu,” Darul menandaskan.

Sementara itu, dari pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi. []

0Shares