Ribuan Warga Gerem Terdampak Banjir Butuh Bantuan

CILEGON, BCO – Musibah banjir dan longsor yang menerjang beberapa permukiman penduduk di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin kemarin 04 Mei 2020, menyisakan kesedihan mendalam bagi warga setempat.

Pasalnya, hingga saat ini masih banyak warga yang membutuhkan bantuan terutama makanan dan pakaian sebagai pengganti kebutuhan mereka yang hilang terseret banjir ataupun longsor.

Salah satu daerah terparah pada peristiwa itu adalah Kelurahan Gerem, dimana kurang lebih 12 ribu warganya terdampak banjir dan longsor. Ditambah lagi, diprediksi ada 20 rumah dan sejumlah kendaraan milik warga yang rusak berat dan hanyut terbawa banjir. Sementara warga juga kesulitan membersihkan material longsoran dan sisa banjir tersebut.

“Yang kita evakuasi tidak hanya manusianya tetapi adalah evakuasi material – material sisaan banjir dan longsor. Berupa bongkahan batu, kayu, dan lumpur yang masuk ke dalam rumah warga karena kondisinya dibawah kaki bukit sekali,” kata Deni Yuliandi Lurah Gerem di ruangannya kepada BCO, Selasa 05 Mei 2020.

“Kalau yang rusak parah, ternyata dari estimasi yang saya perkirakan ada sekitar 20 rumah warga yang rusak berat dan hanyut terbawa banjir,” lanjutnya.

Akibat kejadian itu, Deni sangat berharap adanya tindakan dari segala pihak untuk membantu warganya terutama mendapatkan pangan dan sandang, terlebih musibah itu terjadi saat warganya sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

“Kalau papan (tempat tinggal) bisa bertahap ya, kalau untuk sekarang – sekarang makanan sama sandang (pakaian) sangat dibutuhkan. Karena warga juga sedang berpuasa, sementara bantuan saat inj adapun itu hasil swadaya masayarakat saja,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap Pemerintah Kota Cilegon membuat lebih banyak Tembok Penahan Tanah (TPT) dan melakukan reboisasi di area perbukitan yang kondisinya memprihatinkan.

“Saya sih berharap kedepan ini pemerintah dan juga masyarakat, atau pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus membantu. Yang pertama saya ingin ada reboisasi dulu, kemudian yang paling terpenting disamping reboisasi, infrastruktur TPT memang kita masih kurang nah inikan yang bisa menahan laju tanah untuk longsor yah,” harapnya.

Hingga berita ini ditulis, ratusan warga dibantu relawan di beberapa lokasi terpantau sedang melakukan gotong royong membersihkan puing – puing sisa musibah tersebut. []

0Shares