Ribuan Warga Demo, Desak Pemkab Serang Tutup Tempat Hiburan Malam di JLS

CILEGON, BCO.CO.ID – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jalan Lingkar Selatan (JLS) berkonvoi ke kantor Bupati Kabupaten Serang. Aksi itu dilakukan untuk menyampaikan aspirasi serta menilai Pemkab Serang lambat dalam menangani keberadaan tempat hiburan malam (THM) ataupun warung remang-remang (warem) yang beroperasi di Kawasan JLS batas Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.

Ketua PA 212 Kota Cilegon Malim Hander Joni mengatakan, aksi tersebut digelar oleh massa gabungan dari Kecamatan Kramatwatu dan Waringinkurung, Kabupaten Serang, serta warga Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Kata Joni, hingga saat ini Pemkab Serang belum melakukan tindakan apapun dalam menertibkan keberadan THM dan Warem yang berada di wilayah JLS.

“Aksi kita ini ke Pemkab Serang. Kenapa kita lakukan aksi, karena beberapa minggu bertemu, justru sampai hari ini tidak ada tindakan apapun dari mereka (Pemkab Serang). Kita (masyarakat) gak mau ribut-ribut. Kami ingin mendobrak pemerintah yang menjadi tugasnya. Kita minta pemerintah lakukan tindakan terhadap keberadaan THM dan warem,” kata Joni di Masjid Al Haqq, kepada wartawan, Jumat 13 November 2020.

Selain itu juga, Joni mendesak agar Pemkot Cilegon dan Pemkab Serang menutup serta mencabut izin keberadaan tempat maksiat yang beroperasi di wilayah ini.

“Tutup keberadaan mereka. Jadikan wilayah JLS jadi tempat ekonomi buka tempat maksiat,” pungkasnya.

Senada dengan Joni, Sekjen Ormas Perwakilan Gerakan Anti Kemaksiatan (Gebrak) Ferdy Raymond mengatakan, keberadaan THM ataupun warem di wilayah ini sudah semakin meresahkan warga sekitar. Seliain itu, kata Ferdy, oknum-oknum pengelola THM berani merusak segel yang terpasang saat dilakukan razia gabungan oleh aparat kepolisian maupun petugas Satpol PP.

“Kami meminta kejelasan tindakan dari Pemda Serang terkait maraknya tempat maksiat di JLS. Sudah bukan rahasia umum lagi di wilayah ini peredaran miras dapat ditemukan disetiap warung-warung, tentunya ini bisa merusak generasi yang akan datang,” kata Ferdy.

Oleh sebab itu, pihaknya menagih janji pengambil kebijakan di Pemda Serang dan Pemkot Cilegon untuk benar-benar menutup aktifitas yang dinilai menimbulkan kemaksiatan itu.

“Kami menagih sekaligus mengingatkan saja, karena pertemuan yang sifatnya administrasi sudah beberapa kali dilakukan. Dan apabila pemerintah tidak bisa menutup aktifitas tempat maksiat, kami serahkan kepada masyarakat maunya seperti apa,” pungkasnya. []

0Shares