PGK Apresiasi Polres Cilegon yang Gagalkan Penyelundupan 13,8 Kg Sabu

CILEGON, BCO.CO.ID – Beberapa waktu lalu, Satuan Reserse Narkoba Polres Cilegon berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu-sabu terbesar dalam sejarah berdirinya Polres Cilegon, barang haram seberat 13,8 kilogram itu diselundupkan melalui Pelabuhan Merak menggunakan paket kayu berisi buah alpukat.

Rencananya, narkoba dengan nilai belasan milyar rupiah yang berasal dari Sumatera itu bakal diedarkan di Pulau Jawa. Namun hal itu dapat diungkap polisi lantaran mencurigai paket yang dititipkan di salah satu warung di Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.

Setelah melakukan pengembangan dari temuan ini, Polres Cilegon kemudian membentuk Tim Khusus yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Dedi Mirza dan berhasil meringkus 2 orang tersangka di Pulau Sumatera, sementara satu tersangka lainnya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan. Akan tetapi, tersangka tersebut tewas saat dilarikan ke rumah sakit.

Atas prestasi tersebut, sejumlah kalangan masyarakat termasuk Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kota Cilegon turut memberikan apresiasi untuk institusi kepolisian yang dikomandoi AKBP Sigit Haryono itu.

“Ini membuktikan komitmen dan keseriusan Polres Cilegon dalam mencegah peredaran barang terlarang yang mampu merusak generasi muda. Ini capaian yang luar biasa, patut diapresiasi. Di bawah komando Kapolres AKBP Sigit Hariyono, Polres Cilegon mampu menangkap pengedar narkoba dengan jumlah yang besar dan ini pertama dalam sejarah Polres Cilegon,” kata Rizki Putra Sandicka Ketua PGK Kota Cilegon kepada wartawan, Rabu 13 Januari 2021.

Menurut Rizki yang juga mantan Ketum PP IMC 2018-2020 ini, wilayah Cilegon sebagai jalur penghubung antara pulau Jawa dan Sumatera memang kerap menjadi tempat transit segala jenis barang termasuk yang terlarang seperti narkoba. Oleh sebab itu, pentingnya pengawasan ekstra ketat agar seluruh sektor keluar masuk barang dapat terpantau dari penyelundupan barang-barang haram.

“Pengawasan sangat penting dilakukan, Pelabuhan Merak yang ramai saja bisa terlewati, bagaimana dengan pelabuhan kecil. Nah maka ini perlu pengawasan ekstra ketat dan mungkin super ketat untuk apa, untuk mencegah masuknya barang haram jenis ini,” jelasnya.

Selain menyampaikan apresiasinya untuk prestasi yang telah diraih Polres Cilegon, Rizki juga mendorong kepolisian untuk meningkatkan keamanan untuk menjamin keselamatan rakyat Indonesia, termasuk rakyat Cilegon dari peredaran narkotika paling berbahaya ini.

Sebelumnya, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan, pihaknya tidak akan berhenti begitu saja setelah meringkus gembong narkoba tersebut. Ia mengaku bakal terus mengembangkan jaringan untuk menangkap tersangka lainnya yang terlibat dalam peredaran barang haram ini.

“Kita tentunya tidak akan berhenti disini saja, Polres Cilegon berkomitmen untuk melindungi masyarakat dengan mengembangkan kasus ini untuk mencari tersangka lain,” pungkas AKBP Sigit Haryono, Kapolres Cilegon beberpa waktu lalu. []

0Shares