Penuhi Panggilan Bawaslu, Kepala Dindik Cilegon Beri Penjelasan

CILEGON, BCO – Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Ismatullah menghadiri penggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawasalu) Kota Cilegon terkait temuan Kadindik Cilegon yang hadir dan ikut menyerukan yel-yel salah satu Bakal Calon Walikota Cilegon pada Sabtu (29/02) lalu di acara Reuni di salah satu sekolah di Kecamatan Jombang.

Berdasarkan pengakuan Ismatullah, saat itu ia tidak menyadari akan adanya yel – yel tersebut. Ia juga menjelaskan, saat itu momennya hendak berfoto bersama namun salah satu peserta yang berada diatas panggung menyerukan yel-yel tersebut. Ismatullah mengaku menyesal dengan adanya aksi yang hingga membuatnya viral di media sosial.

“Ini yang saya sesalkan, tidak ada rencana bahkan kalau tahu rencana itu saya tidak akan hadir karena saya paham resiko tersebut,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Ismatullah, usai menghadiri pemanggilan dari Bawaslu di Kantor Bawasalu, Jumat 06 Maret 2020.

“Mau foto aja dikarenakan alumni itu mau memberikan penghargaan terhadap kepala sekolah SMP, SMA, dan SMK. Tetapi terjadi spontanitas terjadi yel-yel itu diluar itu rencana dan keinginan yang saya maksud,” Ismatullah menambahkan.

Ia berharap, proses pemanggilan dari Bawaslu sendiri segera selesai. Menurutnya, keterangan yang diberikan terhadap Bawaslu perihal pemanggilan dirinya tersebut telah lengkap. Meski demikian jika ada tahap pemanggilan selanjutnya ia sendiri akan memenuhi hal tersebut.

Disinggung soal sanksi yang nantinya diberikan apabila terbukti bersalah dalam insiden tersebut. Kadindik Kota Cilegon Ismatullah mengaku akan memenuhi kewajiban tersebut meskipun ia sendiri akan memberikan penjelasan terhadap instansi yang menaungi ASN maupun Walikota Cilegon.

“Tentunya apa yang diputuskan menjadi sebuah kewajiban, tetapi pada akhirnya itu upaya-upaya kita sebagai ASN punya argumentasi. Kalau saya tidak melakukan hal apa yang dimaksud sehingga itu juga apa yang tadi ditanyakan sudah kita jawab,” jelasnya.

Menurut Ismatullah, yang pertama menyerukan yel-yel tersebut bukan dari kalangan Aparat Sipil Negara (ASN). Disinggung soal pencemaran nama baik lantaran ia dilaporkan dan dituduh tidak netral, Ismatullah mengaku akan mengkaji terlebih dahulu peristiwa ini sebelumnya menyerahkan kepada kuasa hukumnya. Namun, untuk sementara pihaknya belum akan melaporkan hal tersebut.

“Itu nanti saya serahkan ke pengacara kalau itu memang menjadi sebuah keharusan. Tetapi insya allah saya akan mengkaji supaya Cilegon tetap kondusiflah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Grogol Burhanudin, yang juga wakil ketua panitia serta hadir dan terekam dalam barisan mengikuti seruan yel-yel tersebut mengatakan hal tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tidak dijadwalkan.

“Saat itu murni reuni angkatan tahun 1994 sama dengan terakhir. Tidak ada namanya dukungan, saya tegaskan tidak ada dukungan cukup reuni akbar alumni al ishlah. Waktu di panggung karena sebagai panitia tidak ada salahnya berfoto, karena bu Ati juga sebagai Ketua Yayasan. Tidak ada diagendapun, waktu itu secara spontanitas saya tidak tahu siapa (yang mengajak menyerukan yel-yel),” Burhanudin menjelaskan.

Di sisi lain Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi menyatakan, pihaknya hari ini memanggil dua orang ASN. Dimana mereka semuanya telah menjalani pemeriksaan di Kantor Bawaslu Kota Cilegon. Meski demikian, setelah pemeriksaan ini berlangsung, Siswandi mengaku akan segera menggelar rapat pleno guna membahas hal tersebut. Selain itu juga pihaknya akan menyerahkan rekomendasi terhadap Komisi Aparatur Negara (KASN) atau ke Walikota Cilegon mengenai hal ini.

“Kalau kemudian nanti ada dugaan pelanggaran maka kami akan (menyerahkan) rekomendasi ke institusi yang berwenang tentunya. Kami belum memadukan keterangan-keterangan, nanti di rapat pleno kita. Rapat plenon insya allah dalam waktu dekat ini dan mudah-mudahan hari senin iti sudah ada hasilnya,” tandasnya singkat. []

0Shares