Pemprov Banten Gelar Rapid Test Massal di Pasar Kranggot dan Blok F

CILEGON, BCO – Untuk mengantisipasi sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada masyarakat luas, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Dinas Kesehatan Kota Cilegon melakukan skrining Covid-19 serentak di Pasar Kranggot dan Pasar Blok F, Kota Cilegon, Kamis 23 April 2020.

Koordinator Skrining Covid-19 pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Tito Dana Aditya mengatakan, pemeriksaan rapid test di pasar sengaja dilakukan lantaran masih banyaknya masyarakat yang berkerumun untuk berbelanja. Selain itu, kegiatan itu juga untuk menjangkau seluruh masyarakat.

“Kita untuk menjangkau seluruh masyarakat, karena kalau di pasar ini untuk pembatasan social distancing-nya kurang juga, banyak yang berkerumun,” kata dr Tito kepada wartawan di Kantor UPTD Pasar Kranggot.

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan, ada sekitar 300 unit alat rapid test bantuan dari pemerintah pusat yang disediakan untuk di lokasi Pasar Kranggot. Hingga berita ini ditulis, petugas belum menemukan warga yang positif rapid test yang mengatah ke terjangkit virus corona itu.

“Kalau untuk Cilegon ada 2 titik, tapi kalau di Pasar Rranggot itu 300 alat rapid test. Alhamdulilah sampai saat ini tidak ditemukan yang reaktif belum ada yang positif. Kalau ada yang positif akan kami tindak lanjuti, langsung kita pemeriksaan lanjutan untuk diambil swabnya (sampel lendir di tenggorokan),” jelasnya.

Dikatakan Tito, ada puluhan warga yang ikut mendaftar untuk memeriksan kesehatan. Disinggung soal animo masyarakat yang kurang, Tito beralasan, kebanyakan warga yang berada di Pasar Kranggot mengaku akan berbelanja terlebih dahulu lantaran akan memasuki bulan suci Ramadhan.

“Sudah ada 80-90 yang daftar dari pagi mulai jam 09.00 – 11.00 WIB. Mungkin karena besok sudah memasuki puasa, jadi lebih banyak yang berbelanja dulu dan tadi juga banyak yang bilang gitu. Nanti setelah berbelanja katanya mau test,” pungkasnya.

Sementara, Santi, salah seorang konsumen mengaku tertarik melakukan tes itu untuk mengetahui kondisi tubuhnya.

“Antisipasi aja, khawatir gitukan makanya tadi langsung ikut daftar, gratis juga. Alhamdulillah hasilnya negatif,” ucapnya. []

0Shares