Pemerintah Salurkan Bantuan untuk 51 Wanita Korban PHK di Cilegon

CILEGON, BCO – Puluhan pekerja wanita yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak pandemi Covid-19 yang berada di Kawasan Krakatau Industrial Estate (KIEC) menerima bantuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, pemberian bantuan bagi para pekerja yang terkena PHK ini sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah pusat dan Pemkot Cilegon guna meringankan beban para kaum pekerja yang di PHK terutama kaum perempuan imbas wabah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019).

“Berdasarkan hasil data yang ada untuk total pekerja wanita di PHK yang bekerja di PT KIEC sebanyak 51 orang. 51 pekerja ini dari berbagai jenis pekerjaan. Mulai dari departemen room division (9 orang). Bidang food and beverage 10 orang, bidang purcshing 1 orang, bidang marketing 2 orang, bidang sport center (kolam renang) 29 orang,” kata Heni di Aula Setda, Kamis 28 Mei 2020.

Dikatakan Heni, bantuan ini berupa handsanitizer, masker, cairan disenfektan, sarung tangan, vitamin, susu, sabun cuci baju, pencuci mulut dan pembalut.

Di sisi lain, menyikapi tenaga perempuan yang di PHK, Heni mengaku, kedepan pemerintah akan memberikan pelatihan-pelatihan untuk para pekerja perempuan yang di PHK tersebut.

“Rencana dari pemerintah akan memberikan pelatihan bagi mereka yang di PHK. Adapun pelatihannya, kita masih menunggu laporan dari pusat,” ucapnya.

Di tempat sama, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak di DP3AKB Ernawati menyatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, total pekerja pekerja se-Banten, laki-laki dan perempuan yang dirumahkan sebanyak 27.000 orang. Sedangkan untuk pekerja yang di PHK sebanyak 17.000 orang.

“Akibat dampak covid-19 ini, kami menyediakan layanan online agar para pekerja perempuan yang terkena PHK bisa terbantu baik fisik maupun psikis mereka,” tukasnya. []

0Shares