Pelaku Usaha di Ruko PCI Tolak Sistem Parkir oleh Dishub Cilegon

CILEGON, BCO – Puluhan pemilik dan penyewa ruko di Pondok Cilegon Indah (PCI), Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, menandatangani surat penolakan atas dibuatnya sistem parkir oleh Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Rabu, 05 Agustus 2020.

Mereka menilai, dengan adanya sistem parkir yang memungut biaya (retribusi) ini akan membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersebut tambah macet. Selain itu, pemasangan sistem parkir area juga dilakukan tanpa persetujuan ataupun musyawarah antara Dishub dengan pihak pemilik atau penyewa ruko.

Salah seorang pemilik ruko yang bergerak di bidang pendidikan, Ade Andri Suryana mengatakan, sebelumnya Dishub pernah melayangkan surat pemberitahuan namun ditolak oleh warga. Kemudian, warga yang menolak akhirnya mendatangi Dishub untuk tidak memasang alat sistem parkir area ditempat tersebut.

“Tau-tau udah dipasang dan itu dipasangnya malam hari. Semuanya kerja diatas jam 12 malam. Semua ada 43 orang yang menandatangani surat penolakan ini,” kata Ade salah satu pengelola tempat Bimbel Prigama.

Masih kata Ade, di wilayah tersebut banyak berdiri usaha UMKM dan sarana pembelajaran. Oleh sebab itu, dengan adanya pemasangan alat sistem parkir area ini dianggap akan mempengaruhi arus usaha yang ada.

“Di sini itu rata-rata UMKM, disisi lain pemerintah mendukung UMKM untuk bangkit tapi Dishub sendiri malah memasang sistem parkir. Ditambah lagi, disini tidak ada tempat parkir khusus, kalau dipaksakan kondisinya akan semrawut karena Dishub sendiri tidak melakukan uji kelayakan tempat,” imbuhnya.

“Maaf – maaf yah, kalau saya boleh bilang. Dishub ini secara tidak langsung merenggut kemerdekaan hak belajar. Karena dalam undang-undang, ada kalimat mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Masa orang mau belajar harus bayar parkir juga, saya kan bergerak di pendidikan,” lanjut Ade.

Oleh karena polemik ini, mereka berencana akan mengadukan Dishub Cilegon kepada DPRD Kota Cilegon lantaran telah melanggar aturan. Terlebih, warga pernah memasang spanduk penolakan namun dilepas oleh Dishub.

“Kita pernah pasang spanduk penolakan, tapi dilepas oleh mereka,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon, Kadishub Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi membantah adanya penolakan dari warga. Hal tersebut juga, kata Uteng, sudah diselesaikan dengan baik.

“Sudah, sudah enggak ada masalah. Udah beres, ada musyawarah ada koordinasi juga. Karenakan itu masih sosialisasi, belum dipungut biaya,” kata Kadishub Cilegon Uteng Dedi Apendi.

Disinggung soal pemasangan alat parkir saat malam hari, Uteng mengaku, kondisi tersebut untuk memudahkan pemasangan agar tidak mengganggu lalu lintas di lokasi.

“Disitukan kalau siang banyak pedagang,” katanya singkat. []

0Shares