New Normal di Cilegon, Pemerintah Tetap Batasi Operasional Retail dan Mall

CILEGON, BCO – Penerapan tatanan kehidupan baru (New Normal) yang berlangsung di Kota Cilegon tampaknya tidak mengubah operasional toko – toko modern ataupun pusat perbelanjaan. Pemerintah masih memberikan batasan operasi seperti saat awal terjadinya pandemi Covid-19. Sementara untuk pasar rakyat atau pasar tradisional, Pemda Cilegon hanya memberikan tambahan waktu operasional satu jam lebih lama dari sebelumnya.

Sekertaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Bayu Panatagama menjelaskan, era new normal yang sedang dijalankan di Kota Cilegon tetap memberikan perintah kepada pengelola Mall ataupun toko – toko modern untuk buka dari pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 20.00 WIB. Hal ini berdasarkan hasil rapat instansi terkait bersama para pengelola pusat perbelanjaan.

Meskipun demikian, Bayu menegaskan untuk setiap pusat perbelanjaan ataupun retail agar lebih memperhatikan pengawasan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk toko modern seperti mal ini, dari jam 10 pagi sampai jam 8 malam. Masih tetap. Kemudian yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan, karena new normal ini sebetulnya menurut kami lebih ketat dari yang biasa,” kata Bayu kepada BCO di Cilegon Center Mal, Kamis 04 Juni 2020.

Oleh sebab itu, Bayu menyatakan guna mendukung pengawasan tersebut pihaknya bekerjasama dengan instansi lain untuk menempatkan petugas disetiap pusat perbelanjaan yang akan bekerja secara bergantian dan sudah mulai ditugaskan sejak tanggal 02 Juni 2020 lalu. Kendati seperti itu, Bayu sendiri mengaku terus melakukan evaluasi setiap pekannya.

“Maka kemudian tugas-tugas kami adalah pengawasan. Apakah protokol yang telah diterapkan menteri perdagangan dan peraturan walikota terterapkan tidak, terpakai tidak? Oleh karena itu kita turun langsung supaya ada jaminan masyarakat agar tidak tekontaminasi dengan paparan dari Covid-19,” bebernya.

Sementara di tempat yang sama, Walikota Cilegon Edi Ariadi menginginkan adanya sanksi bagi warga yang mengabaikan aturan kesehatan.

“Saya pengen semacam ada punishment pada masyarakat yang lupa pakai masker, disuruh pulang kan? Tapi mungkin nanti enggak suruh pulang, suruh push up, suruh nyanyi, suruh joget dan sebagainya supaya mereka ingat. Pada mereka gerai – gerainya yang tidak mengikuti protokol kalau dia terus begitu mungkin ditutup,” pungkas Edi. []

0Shares