Menguntungkan, Petani di Lebak Denok Budidayakan Varietas Jagung Unggulan

CILEGON, BCO.CO.ID – Sejumlah petani yang masih aktif bercocok tanam di Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, sudah beberapa bulan terakhir mengembangkan tanaman jagung ungu. Varietas jagung ungu merupakan tanaman yang saat ini menjadi primadona di kalangan masyarakat yang sedang menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan.

Jagung ini juga selain baik bagi kesehatan, peminatnyapun tergolong cukup tinggi. Pasalnya, hingga saat ini petani sendiri belum bisa memenuhi stok pangan untuk dijual di pasar.

Satiri, salah seorang petani yang berhasil mengembangkan varietas jagung tersebut mengatakan, awalnya ia dipaksa untuk menanam jagung tersebut oleh petugas penyuluh pertanian setempat. Selanjutnya, Satiri mencoba membudiyakan varietas jagung itu hingga panen dan merasa puas dengan hasil yang di dapat. Saat ini Satiri telah tiga kali panen jagung ungu dan hasilnya ia jual di pasar tani DKPP Cilegon.

“Dipaksa awalnya, dikasih bibitnya juga 200 butir. Setelah 65 hari panen dapat 40 kilogram lebih, karena tadi itukan belum berani banyak nanemnya. Tapi setelah makin kesini hasilnya cukup memuaskan juga, akhirnya yang lain juga ikut-ikutan mengembangkan, benih dan pupuk juga dari pemerintah,” kata Satiri, kepada BCO ditemui di ladangnya di Kawasan Keluarahan Lebak Denok, Selasa 01 Desember 2020.

Karena tingginya permintaan masyarakat terhadap jenis panganan jagung satu ini, Satiri berharap, ada petani-petani lain yang mau mengembangkan varietas jagung unggulan tersebut demi memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

Sementara itu salah seorang konsumen Satiri, Suamah warga Grogol, Kota Cilegon, rela menunggu dan ikut memanen jagung tersebut di kebunnya langsung lantaran khawatir tak kebagian. Kata Suamah, jagung jenis ini baik bagi kesehatan lantaran rendah kandungan gula dan tinggi anti oksidan.

“Sengaja datang langsung, karena kan pernah nyobain dan rasanya enak. Gizinya juga baik buat kesehatan. Saya beli 12 kilo biar sekalian kesini,” ucap Suamah.

Di tempat yang sama, Petugas Penyuluh Pertanian Kecamatan Citangkil pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon Sofi Nur Prihatin mengungkapkan, budidaya jagung ungu yang dikembangkan petani dapat meningkatkan pendapatan mereka sebagai petani di samping menanam padi.

“Di satu sisi ada nilai ekonomis yang tinggi dan baik juga bagi kesehatan, yang mana saat ini jagung jenis ini sedang di buru masyarakat karena rasa dan kandungan gizinya,” ungkap Sofi.

Meskipun sempat mengalami kesulitan untuk mengajak petani menanam jagung jenis ini, namun secara perlahan Sofi dapat melihat hasil dari budidaya dan semangat para petani tersebut. Selain itu, pihaknya juga turut serta memasarkan hasil pengembangan tanaman pangan tersebut guna mengendalikan harga jualnya.

“Kalau pemasaran kita bantu petani juga, kita satu pintu. Ada pasar tani di DKPP Cilegon. Masyarakat bisa membeli hasil para petani yang kami bina di pasar ini,” jelasnya.

Saat ini, Sofi sedang mengembangkan 4 jenis varietas jagung yang masih belum diketahui masyarakat luas. Keempat jagung tersebut merupakan varietas unggulan dengan harga dan kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga dapat memacu semangat petani dalam mengembangkan tanaman tersebut.

“Semuanya jagung ketan. Salah satunya jagung jantan (jagung ketan anti oksidan atau jagung ungu-red), jagung putih ungu, jagung kumala, dan jenis jagung jutawan,” pungkasnya.

Diharapkan, dengan menggeliatnya semangat tani di area lahan terbatas ini dapat memacu untuk meningkatkan program ketahanan pangan nasional yang saat ini sedang digagas pemerintah. []

0Shares