Melalui Petisi, Pemkab Serang dan Pemkot Cilegon Didesak Tutup Tempat Hiburan Malam JLS

CILEGON, BCO – Sejumlah warga membuat petisi, mendesak Pmda Kabupaten Serang dan Kota Cilegon agar menutup selamanya tempat hiburan malam. Pasalnya, keberadaan tempat tersebut dinilai meresahkan dan dianggap perusak generasi muda.

Petisi tersebut dikirimkan ke Walikota Cilegon Edi Ariadi yang telah ditandatangani di Kantor Walikota Cilegon, Kamis 17 September 2020.

“Semua masyarakat termasuk majelis yang berada di sekitar JLS cukup merasakan keresahan dengan keberadaan tempat hiburan ini. Dulu saja kita masih berani membawa anak dan keluarga untuk berkuliner di JLS. Namun, karena sekarang tempat hiburan malam sudah berkembang pesat, kami khawatir. Layaknya kami bertemu dengan orangtua, kedatangan kami ke sini (Pemkot Cilegon) untuk mengadukan kondisi tersebut serta mendesak agar Pak Walikota (Edi Ariadi) menutup selamanya aktivitas tempat hiburan malam,” ujar Ferdy Raymond, Perwakilan Gerakan Anti Kemaksiatan (Gebrak), kepada wartawan.

Ia menjelaskan, sebanyak 78 DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dari 4 kecamatan di wilayah Cilegon dan Kabupaten Serang telah mengumpulkan 2.848 tandatangan dari para jamaah yang meminta agar THM maupun warung remang – remang di wilayah itu ditutup selamanya.

“Kami berharap dengan tandatangan petisi ini, Pak Walikota Cilegon berani menutup tempat hiburan malam karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Dan kami berharap juga, Pak Wali dapat merespon petisi yang kami berikan ini sehingga bisa digelar audiensi antara para ulama, jamaah dan Walikota Cilegon,” tutur Fredy.

Selain melayangkan petisi ke Pemkot Cilegon, Organisasi Masyarakat Islam ini juga turut melayangkan petisi tersebut ke Pemerintah Kabupaten Serang karena secara administrasi wilayah ini berada di perbatasan. Dalam surat yang ditembuskan ke Gubernur Banten, DPRD Kota Cilegon dan DPRD Kabupaten Serang itu, masyarakat berharap institusi pemerintah segera menindaklanjuti aspirasinya. []

0Shares