Materai 10.000 Belum Tersedia di Cilegon

CILEGON, BCO.CO.ID – Penggunaan Bea Materai 10.000 untuk keperluan dokumen yang bernilai nominal keuangan sudah diterapkan pada awal Januari 2021. Namun meskipun UU Bea Materai itu telah ditetapkan, akan tetapi ketersediaan materai tersebut untuk di wilayah Cilegon belum tersedia.

Seperti terpantau di beberapa toko retail modern hingga toko ATK yang berada di daerah ini, banyak konsumen yang mencari materai tersebut untuk melengkapi dokumen penting berkaitan dengan keuangan itu.

Juan salah seorang satu karyawan di sebuah Toko ATK di Lingkungan Sumampir, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, bahkan sering menerima konsumen yang mencari materai tersebut.

“Banyak yang nyari bang, tapi belum ada rata-rata buat kepentingan dokumen keuangan gitu. Kebanyakan (konsumennya) abis dari kantor pos (tapi) enggak ada, makanya mereka nyari ke tempat fotokopi atau toko ATK,” kata Juan, Kamis 07 Januari 2021.

Terpisah, Tati Nurhayati, seorang kasir di salah satu toko modern mengaku, pihaknya belum menerima stok terkait materai yang sudah diwajibkan tersebut.

“Belum ada yang 10.000. Kalau yang 6.000 sama 3.000 masih ada,” kata Tati singkat.

Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan pemberlakuan bea materai tunggal 10.000 per 01 Januari 2021 sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2020 tentang Bea Materai. Karena aturan itu, penggunaan materai 3.000 dan 6.000 akan dihapuskan setelah melewati masa transisi.

Karena Kemenkeu belum mengedarkan materai tersebut, bagi warga yang hendak melakukan kepentingan yang berkaitan dengan keuangan dapat menambahkan nilai materai menjadi dua lembar. Misalnya, menempel materai 6.000 dua lembar pada dokumen yang hendak digunakan. []

0Shares