Masriyah, Nenek Jompo Sebatang Kara Andalkan Bantuan Tetangga

CILEGON, BCO.CO.ID – Sudah hampir tujuh bulan terakhir seorang nenek bernama Masriyah yang berusia lanjut dan mendiami sebuah rumah kayu sederhana di Jalan Kayu Manis, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidurnya.

Tak banyak aktivitas dilakukan nenek yang kondisinya renta ini, selain hanya sesekali menggerakan bagian tubuhnya untuk mengisyaratkan sesuatu. Kondisinya yang semakin melemah karena faktor umur ini juga membuat nenek Masriyah terpaksa harus dirawat oleh Maesaroh tetangganya, keponakan dari pemilik rumah yang ia tempati untuk sekedar beristirahat menghabiskan masa tua.

Maesaroh menuturkan, nenek yang dulunya bekerja sebagai pedagang pecel itu kini terbujur lemah menempati rumah berdinding kayu tanpa sentuhan kasih sayang keluarga lantaran hidup sebatang kara sudah tak memiliki siapa-siapa.

“Sudah 4 bulan saya ngerawat nenek, karena dulu pernah jatuh di kamar mandi. Akhirnya kondisinya seperti ini makin lemah. Jangankan rumah, beliau ini sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, hidupnya sendirian,” kata Maesaroh kepada BCO, Sabtu 14 November 2020.

Setiap hari, sambung Mae, ia dan anaknya ikut tidur di lantai semen beralaskan kasur sederhana sambil menemani nenek Masriyah. Meskipun kondisinya lemah, namun Masriyah kadang mengucapkan sesuatu meski tidak jelas terdengar apa makna yang diucapkannya. Mae sendiri mengaku ikhlas merawat nenek sebatang kara ini dan sudah menganggap Masriyah sebagai keluarganya sendiri.

“Semua aktivitas dilakuin di tempat tidur, kadang dipapah untuk sekedar berjalan atau melihat suasana di luar. Ikhlas mas insya allah,” imbuh Mae.

Sementara, tak ingin melihat nenek renta ini menanggung kondisinya yang lemah itu secara sendirian, Kapolsek Cilegon Kompol Jajang Mulyaman kerap datang menjenguk dan memberikan bantuan untuk nenek Masriyah. Hal itu Jajang lakukan untuk menumbuhkan rasa empati masyarakat terhadap baiknya menerapkan rasa saling membantu.

“Apa salahnya kita saling membantu, apalagi nenek Masriyah ini hidup sebatang kara tidak memiliki anak dan suami. Kita sebagai manusia sejatinya diciptakan untuk saling menolong,” ujar Kompol Jajang Mulyaman.

Dengan saling membantu sesama, lanjut Jajang, persoalan kemanusiaan yang kerap menjadi topik perbincangan di masyarakat sejatinya bakal memberikan imbas positif bagi penolongnya.

“Jangan menyalahkan siapapun, peduli, dan ikhlas karena Allah. Insya Allah apapun itu bentuk pertolongannya pasti Allah bakal balas dengan yang lebih baik dan lebih bermanfaat,” pungkasnya. []

0Shares