Marah! Ini Reaksi Lembaga Adat Terhadap Peredaran Madu Baduy Palsu

LEBAK, BCO.CO.ID – Lembaga Adat Baduy bereaksi terhadap peredaran madu palsu yang mengatasnamakan Madu Baduy. Reaksi ini menyusul terbongkarnya sindikat pembuat dan distributor madu palsu tersebut oleh jajaran Polda Banten, awal November 2020 lalu.

Kepala Desa Kanekes, Saija bersama tetua adat Baduy lainnya melakukan musyawarah dan selanjutnya melakukan siaran pers, Minggu 22 Nivember 2020, dengan keputusan sebagai berikut:

1. Menyesalkan adanya praktek pembuatan madu palsu yang peredarannya mengatasnamakan Baduy. Sebab hal itu bertentangan dengan prinsip hidup masyarakat adat Baduy, yakni “Lojor Teu Meunang Dipotong, Pondok Teu Meunang Disambung”. Perdagangan madu palsu itu jelas telah merusak kehormatan warga adat Baduy yang memegang teguh kejujuran.

2. Mengutuk para pihak yang memproduksi madu palsu itu dan otak dibalik kejahatan itu sudah mencoreng nama baik masyarakat adat Baduy.

3. Pada peristiwa ini nama baik masyarakat adat Baduy merasa dimanfaatkan untuk kepentingan materi sekelompok orang.

4. Pemerintah Desa Kanekes menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sebab persoalan ini tanpa sepengetahuan Pemerintah Desa Kanekes dan lembaga adat Baduy. Karenanya mengimbau masyarakat umum untuk lebih teliti sebelum membeli dan mengkonsumsi madu.

5. Sebagai bentuk keseriusannya dalam membantu aparat penegak hukum dan demi kepentingan kesehatan konsumen madu, pihaknya sudah mengumpulkan madu palsu yang berada di lingkungan masyarakat Baduy dan memusnahkannya.

Sementara itu, Pemerhati Adat Baduy, Uday Suhada, menegaskan bahwa sindikat madu palsu tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan. “Posisi masyarakat adat Baduy jelas sebagai korban eksploitasi. Oleh sebab itu, kami mendesak Polda Banten untuk segera membongkar pabrik sejenis di tempat lain dan mengamankan aktor intelektualnya,” ujar Uday kepada BCO.

Ia juga mengapresiasi Lembaga Adat Baduy yang turut membantu aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran madu palsu di lingkungan Desa Kanekes. “Kami perlu mengimbau kepada masyarakat konsumen madu untuk lebih berhati-hati dalam membeli madu,” ujar Uday.

Usai siaran pers tersebut, Kades Kanekes beserta tetua Lembaga Adat Baduy memusnahkan madu palsu hasil penyisiran di sekitar Baduy. []

0Shares