Maman Suherman Bantu Kebutuhan 36 Warga Citangkil yang Isolasi Mandiri

CILEGON, BCO – Sebanyak 36 warga di Kelurahan/Kecamatan Citangkil yang menjalani isolasi mandiri mendapat bantuan kebutuhan pokok dari Maman Suherman, salah seorang pengusaha di Cilegon, Selasa sore 16 Juni 2020.

Maman tergerak membantu, selain untuk menghilangkan stigma negatif terhadap warga yang terkena covid-19, juga memiliki kedekatan emosional, karena pernah tinggal dengan mengontrak rumah di dekat lokasi, sebelum menjadi pengusaha sukses seperti saat ini.

Sebanyak 36 warga menjalani isolasi mandiri lantaran pernah kontak dengan salah seorang pasien positif Covid-19. Seluruh warga telah menjalani pemeriksaan tes cepat virus corona di kantor kelurahan setempat.

Lurah Citangkil Feberwanto mengatakan, 36 paket sembako yang diangkut dengan mobil pick up itu akan dibagikan atau terfokus kepada warga yang sedang menjalani karantina mandiri.

“Isolasi mandiri kan punya tanggung jawab moral kita selaku Gugus Tugas Kelurahan bersama Satgas di tingkat RW, bagaimana warga yang sedang menjalani isolasi mandiri ini terfasilitasi (kebutuhan) pangannya, kesehatannya, dan lain sebagainya. Agar warga yang isolasi kandiri fokus,” kata Feberwanto ditemui BCO usai menerima bantuan di kantor Kelurahan Citangkil.

Sementara itu, Maman Suherman mengatakan, bantuan sengaja diberikan ke wilayah Kelurahan Citangkil lantaran adanya kedekatan pribadi karena ia pernah tinggal di tempat itu semasa bekerja dulu.

“Ini mah bentuk kepedulian kita aja untuk warga Citangkil, karena saya juga pernah tinggal di Citangkil dari tahun 1992. Karena saya merasa memiliki Citangkil, karena ini awal saya menginjakan kaki di Cilegon di sini,” kata pria yang akrab dipanggil Haji Maman.

Lebih lanjut, Maman mengatakan, 36 paket sembako yang berisi perlengkapan kebutuhan pangan seperti beras, susu, minyak, vitamin, dan popok bayi itupun sesuai permintaan warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Ia juga mengaku akan kembali menyuplai sembako apabila ada permintaan dari pihak warga yang disampaikan ke pihak kelurahan.

“Sesuai permintaan aja, kalau kelurahan (Citangkil-red) minta lagi kita siap kirim kembali,” ucapnya.

Haji Maman mengaku prihatin terhadap salah seorang tenaga kesehatan yang terpapar virus corona. Oleh sebab itu, ia mengapresiasi langkah warga setempat yang langsung menerapkan sistem karantina mandiri.

“Memang harus seperti ini (isolasi mandiri-red). Melakukan pembatasan untuk keluar masuk orang untuk meminimalisir penyebaran virus corona,” pungkasnya. []

0Shares