Kembali Zona Merah, Car Free Day di Cilegon Dievaluasi

CILEGON, BCO.CO.ID – Kembalinya status zona merah terhadap risiko tinggi sebaran virus corona di Kota Cilegon, membuat Disperindag Kota Cilegon segera melakukan evaluasi terhadap kegiatan CFD yang biasa di gelar pada akhir pekan di Jalan KH Yasin Beji, Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Sekertaris Disperindag Kota Cilegon Bayu Penatagama mengatakan, pihaknya akan segera mencari solusi demi memberikan tempat bagi para pedagang untuk tetap bisa berjualan meskipun dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Pak Wali menyarankannya agar 25 persen pedagang yang bisa berjualan, kami masih nyari tempat agar 25 persennya lagi bisa berjualan di tempat lain, agar memungkinkan jaga jarak. Tapi, kalau memang instruksi Dinkes Banten harus tutup total ya bisa saja tutup total, tapi kami cari opsi lain agar kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan,” kata Bayu kepada wartawan, Rabu 18 November 2020.

Bayu menjelaskan, pasca PSBB dan kembali Cilegon menjadi zona oranye pada 12 Oktober 2020 lalu, kegiatan CFD baru dibuka selama tiga kali setiap Minggu. Dikatakannya, pihaknya menggunakan sistem ganjil genap bagi pedagang yang berjualan.

Bayu menambahkan, pagelaran CFD Cilegon bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab Cilegon menjadi zona merah. Bahkan, menurutnya di CFD Cilegon protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

“Seperti pemakaian masker itu wajib, penyediaan sarana cuci tangan dan pembatasan pedagang hanya 50 persen. Kami juga tidak dengar kalau ada klaster Covid-19 dari CFD Cilegon,” pungkasnya. []

0Shares