Kelas Menggambar, Cara Komunitas Ini Membangun Kebahagiaan Pada Anak

CILEGON, BCO.CO.ID – Persoalan Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan masyarakat yang dipaksa hidup dengan gaya baru sehingga membuat manusia cepat mengalami stress. Khawatir dengan keadaan stres yang dapat mempengaruhi anak, Komunitas Literasi Damar 26 setiap pekan menggelar kelas menggambar untuk anak-anak.

Hal ini agar anak-anak dimasa pandemi dan biasa belajar online di rumah tidak stres dengan bisa melakukan aktivitas bersosialisasi serta bermain bersama.

“Sekali dalam sepekan kami tetap adakan sekalipun pandemi. Ini agar Anak-anak bisa bermain dan bersosialisasi, sehingga stres di rumah kerena pelajaran sekolah bisa terobati,” ujar Fazrun Sodikdi, Ketua Program Kelas Menggambar Komunitas Literasi Damar 26 kepada wartawan di Lingkungan Malang, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Jumat 13 November 2020.

Fazrun menjelaskan, pihaknya dibantu sejumlah donatur yang peduli terhadap tumbuh kembang anak di masa pandemi dengan menyiapkan bahan untuk menggambar serta bingkisan makanan ringan untuk anak-anak.

“Selama ini ada bantuan dari donatur untuk bingkisan. Ini agar anak-anak bisa senang. Sementata sejumlah alat gambar kebetulan masih ada dari pemerintah kelurahan,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Damar Bangsa Ayatulloh Marsai mengatakan, antusias anak-anak yang mengikuti kegiatan ini terlihat semakin bertambah. Pihaknya berharap kegiatan positif ini dapat menambah kecerdasan anak di bidang seni lukis sehingga dapat menumbuhan seniman-seniman pada masa yang akan datang.

“Saya melihat semangat anak-anak begitu besar dengan intensnya mereka mengikuti kelas ini setiap minggunya. Saya berharap kecerdasan dan bakat mereka tergali sekaligus terasah dengan kegiatan ini. Kemudian muncul seniman-seniman besar di masa yang akan datang,” kata Ayatulloh.

Ayatulloh juga bercita-cita untuk memarkan lukisan hasil anak-anak yang mengikuti kelas ini selama pandemi berlangsung. Bahkan saat ini, diakuinya, sudah ada 60 karya lukis yang memiliki nilai seni karya anak-anak yang berusia 4 -12 tahun itu.

“Kedepan kami akan menggelar pameran untuk menampilkan dan melelang karya anak-anak ini. Semoga ada sponsor baik dari swasta maupun pemerintah yang bisa memfasilitasi pameran tersebut. Sekarang sudah ada 60 karya pilihan, nanti kalau sudah ada 100 atau lebih karya, kami akan menggelar pameran tersebut,” pungkasnya. []

0Shares