Kekeringan di Pulomerak dan Grogol, BPBD Belum Salurkan Bantuan

CILEGON, BCO – Musim kemarau yang sudah terjadi beberapa bulan belakangan ini membuat sejumlah perkampungan yang berada di perbukitan wilayah Kecamatan Pulomerak dan Kecamatan Grogol mengalami krisis air bersih.

Kondisi geografis kedua wilayah tersebut berada di ketinggian ini semakin menambah kesulitan mereka untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang dialami warga Lingkungan Batu Lawang, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus menuruni jalan berbukit sejauh satu kilometer dan memanfaatkan sumur kecil di bekas aliran sungai yang mengering.

“Tiap tahun kang disini, mau gimana lagi. Bantuan belum ada, ya paling ini airnya buat mandi sama nyuci aja. Kalau untuk minum kadang beli ke kampung sebelah,” ujar Juedi, ditemui BCO saat mencari air bersih, Selasa, 25 Agustus 2020.

Berdasarkan pantauan BCO, setiap sore atau pagi warga di lingkungan ini membawa jeriken dengan ukuran yang bervariatif, memasuki area hutan di pinggir jalan untuk mencari air pada sumur yang telah terisi. Mereka sengaja memilih waktu pagi dan sore hari lantaran kondisi air tidak banyak menguap oleh cuaca panas.

“Sengaja sore bang. Kalau siang panas airnya juga sedikit. Paling kayak gini aja gantian, atau nyari sumur yang kosong (antreannya),” ungkap salah seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Logistik dan Kebencanaan BPBD Kota Cilegon Afuh Mafruh mengatakan, saat ini pihaknya belum menyalurkan bantuan bagi warga yang mengalami krisis air bersih di wilayah tersebut lantaran belum menerima laporan dari lurah ataupun camat setempat.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari wilayah yang kekeringan, baik dari camat atau lurah,” Afuh Mafruh.

Dikatakan, apabila dibutuhkan, ia segera menyalurkan air bersih bagi warga yang mengalami krisis air bersih tersebut. “Siap, selalu sejak dulu juga begitu,” tukasnya. []

0Shares