KBMB Salurkan Bantuan Air Bersih di Wilayah Tembulun

CLEGON, BCO – Komunitas sosial dari Keluarga Besar Merak Banten (KBMB) yang biasa eksis dalam kegiatan sosial kemanusiaan menyalurkan bantuan berupa 4.000 liter air bersih untuk warga di Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Sabtu, 19 September 2020.

Air yang ditampung dalam tank bervolume 1000 liter dan diangkut menggunakan kendaraan pick up milik Petruck Merak ini, dibawa komunitas tersebut menuju daerah dengan dataran tinggi di Perbukitan Merak dan disalurkan ke tank – tank penampungan air guna memenuhi kebutuhan warga setempat.

Mengetahui adanya bantuan air bersih tersebut, puluhan ibu-ibu di kampung ini berondong – bondong menyerbu tank penampungan air sambil membawa puluhan jerigen. Tak butuh waktu lama, tanki yang tadinya penuh dengan air itu seketika habis berpindah ke tempat penampungan air milik puluhan warga ini.

Ketua KBMB Yudi Ardiansyah mengatakan, bantuan disalurkan lantaran prihatin dengan kondisi kesulitan air bersih yang dialami masyarakat sekitar. Bantuan ini juga berasal dari hasil swadaya anggotanya.

“Kalau sumber dana kita swadaya dari teman-teman KBMB aja, kita sumbangan seikhlasnya,” kata Yudi.

Bantuan air bersih yang digunakan untuk keperluan warga sehari – hari itu, imbuh Yudi, tidak hanya menyasar satu wilayah saja. Namun akan menyeluruh ke setiap pelosok perkampungan di wilayah perbukitan yang mengalami krisis air bersih ini.

“Insya allah selain disini (Lingkungan Tembulun) kita akan salurkan ke beberapa wilayah lain di pegunungan. Karena kita harus adil juga, kita sisir semua wilayah, yang penting do’ain aja temen – temen KBMB pada sehat semuanya,” jelasnya.

Sementara ditempat yang sama, Surdi Ketua RW 04 Lingkungan Tembulun menuturkan, kondisi kekeringan di wilayah ini sudah berjalan 3 bulan lamanya. Hingga kini mereka baru dua kali mendapat bantuan dari relawan yang prihatin dengan kondisi tersebut.

“Belum si (kalau dari Pemerintah Kota Cilegon), baru dari lembaga sosial sama satu kali dan ini,” ujar Surdi.

Dikatakan Surdi, dua mata air yang berada di wilayah hutan kini kondisinya mulai mengering dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga yang berjumlah 245 KK itu. Bahkan, warga terpaksa bergiliran mengambil air tersebut hingga bermalam disana. []

0Shares