Jelang Ramadhan, MUI Kota Serang Usulkan Tarawih dengan Jaga Jarak

SERANG, BCO – Memasuki bulan suci Ramadhan, MUI Kota Serang menyarankan berlangsungnya salat Tarawih secara berjarak dan memperhatikan protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Kota Serang, KH Mahmudi kepada awak media usai menghadiri rapat Forkopimda Kota Serang di gedung Setda, Kamis 16 April 2020.

“Salat Tarawih itu seandainya kondisi wilayah dianggap masih aman, tapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan, jaga jarak, dan punya wudhu dari rumah,” kata KH Mahmudi.

Namun, Ia juga menyarankan kalau status wilayahnya sudah masuk kedalam Kejadian Luar Biasa (KLB), sebaiknya tarawih dilakukan berjamaah dengan keluarga di rumah masing-masing.

Jika nantinya salat Tarwih ini, lanjut KH Mahmudi, dapat dilangsungkan, para jamaah perlu juga dihimbau mengenai protokol kesehatan ketika masuk kedalam masjid.

“Masyarakat juga perlu diedukasi kembali tentang salat Tarawih di tengah kondisi seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin menegaskan bahwa pembahasan mengenai salat Tarawih ini masih dalam kajian hingga tiga hari menjelang Ramadhan.

“Kalau di daerah yang masih aman itu MUI meminta untuk bisa diadakan Tarawih, akan tetapi diatur jaraknya kemudian disiapkan segala sesuatunya sesuai dengan protokol kesehatan. Hasil pembahasan belum final,” tegasnya usai mengahadiri rapat.

Mengenai status Kota Serang sendiri, Syafrudin mengatakan belum masuk pada KLB, melainkan masih pada kondisi Darurat Bencana. Kendati demikian, orang nomor satu di Kota Serang tersebut menginginkan demi kenyamanan bersama, ibadah salat Tarawih berlangsung dirumah masing-masing saja.

“Di kota serang ini bukan KLB tapi masih darurat bencana. Untuk itu terkait shalat tarawih masih menunggu 3 hari menjelang puasa, nanti edarannya ditanda tangan bersama. Ini baru permintaan MUI,” pungkasnya.[]

0Shares