Jaga Kekebalan Tubuh Cegah Virus Corona, Jahe di Pasar Kranggot Laris

CILEGON, BCO – Dampak dari Corona Virus (Covid-19) di Indonesia membuat warga mencari obat guna menjaga kekebalan tubuh agar terhindar wabah penyakit asal Kota Wuhan China. Obat herbal yang terdiri dari Jahe, Kunyit, dan bumbu dapur lainnya dipercaya bisa menangkal penyakit tersebut sehingga membuat permintaan pasar terhadap bahan-bahan herbal ini meningkat.

Seperti diungkapkan Sunarti, pedagang di Pasar Kranggot Kota Cilegon. Sunarti yang telah berjualan jahe dan kunyit lebih dari 30 tahun ini mengaku sudah dua hari terakhir ini kehabisan stok jahe di kiosnya.

“Biasanya banyak dicari itu jahe, kunir (kunyit), sama kencur. Katanya buat jamu sama untuk bumbu,” kata Sunarti kepada wartawan, Rabu 04 Maret 2020.

Sunarti mengatakan, stok jahe saat ini tengah berkurang dari kiriman distributor di beberapa daerah. Diduga, kekurangan stok tersebut karena banyaknya permintaan dari masyarakat.

“Udah dua hari ini belum datang stoknya, lagi kurang kayaknya ada banyak pembeli. Biasanya saya jual 23 ribu per kilogramnya, tapi kata orang pusat (distributor) harganya 25 ribu per kilonya,” ungkapnya.

Sementara di lokasi berbeda, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon dokter Arriadna mengingatkan masyarakat untuk tidak panik menyikapi masalah penyakit Corona Virus ini. Ia menghimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang telah menyebar di puluhan negara di dunia ini, termasuk Indonesia.

“Kami dari pemerintah mengharapkan jangan ada kelalaian dari semua lapisan masyarakat terhadap kewaspadaan ini. Tapi juga tidak jadi semacam panic syndrome ya. Orang jadi panik kayak kemarin saya dengar ada orang belanja orang apa gara-gara ada kasus. Penyakit itu memang ada, penularannya bisa antar manusia akan tetapikan kalau kita punya daya tahan bagus kemungkinan besarkan kita enggak akan ketularan apalagi kita enggak punya kontak dengan orang yang habis bepergian darimana-darimana apa yang harus ditakutkan. Darimana datangnya itu penyakit. Jangan separno itu masyarakatnya, tapi kita tetap wasapada,” pungkas dr Arriadna. []

0Shares