Ikut Bursa Calon di Pilkada, Sokhidin Harus Lepas Keanggotaan DPRD Cilegon

CILEGON, BCO – Sokhidin mendapat restu dari DPP Partai Gerindra untuk maju di Pilkada Cilegon 2020 mendampingi Ratu Ati Marliati sebagai calon walikota yang diusung Partai Golkar.

Dalam surat rekomendasi tertanggal 16 Juni 2020 yang ditandatangani langsung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu, kader sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin dipasangkan dengan Ratu Ati Marliati.

Dalam surat itu, seluruh kader Partai Gerindra juga diminta untuk melakukan koordinasi dengan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota perihal pencalonan setelah surat dikeluarkan pimpinan partai.

Dihubungi via telepon, Ketua KPUD Kota Cilegon Irfan Alfi menyatakan, anggota DPRD ataupun PNS dan pegawai instansi pemerintahan yang akan maju atau mencalonkan diri sebagai kepala daerah dalam perhelatan Pilkada serentak tahun 2020 harus mengundurkan diri dari jabatannya sesuai dengan Pasal 4, PKPU Nomor 1 Tahun 2020.

“Iya (harus mundur-red) itu di poin T PKPU No.1 tahun 2020 Pasal 4,” kata Irfan terkonfirmasi, Minggu 21 Juni 2020.

Dikatakan Irfan, pengunduran diri harus dilakukan sebelum penetapan calon walikota dan wakil walikota.

“Pada waktu pendaftaran calon minimal sudah harus menyampaikan surat pengunduran kepada pimpinan dan tanda terima pengunduran diri dari lembaga yang bersangkutan,” jelas Irfan.

Dengan denikian, jika Sokhidin ikut serta dalam bursa pencalonan pilkada, harus mengundurkan diri, tidak saja dari jabatannya sebagai wakil ketua DPRD Cilegon, tetapi juga dari keanggotaannya sebagai wakil rakyat.

Sementara itu, terkait dengan tahapan penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota akan dilakukan pada 23 September 2020. Sedangkan untuk pendaftaran calon akan dilakukan pada tanggal 04 – 06 September 2020. []

0Shares