Hotel di Cilegon Tolak Jadi Tempat Isolasi Pasien OTG, Walikota: Trans Hotel Siap

CILEGON, BCO – Hampir seluruh hotel di Kota Cilegon menyatakan menolak dijadikan tempat penitipan pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid – 19. Padahal, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 3,4 miliar untuk memenuhi kebutuhan pasien selama menjalani isolasi di hotel tersebut.

Dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya, Ketua PHRI Cilegon Syarief Ridwan mengatakan, hingga saat ini belum ada pihak hotel yang bersedia menjadikan tempatnya untuk warga yang berstatus OTG. Pasalnya, hampir seluruh hotel yang berdiri masih melayani kebutuhan masyarakat.

“Dari awal sudah kita sampaikan ke semua hotel di Cilegon apakah bersedia jadi hotel untuk pasien OTG? Namun dari pihak hotel enggan bersedia dengan alasan yang cukup berbeda-beda,” kata Syarief Ridwan, Jumat 02 Oktober 2020.

Pihaknya juga, kata Syarif, telah menyampaikan langsung hal tersebut kepada Seketaris Satgas Covid-19 Kota Cilegon, Erwin Harahap  dan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon Dana Sujaksani.

“Saya sudah WA pak Erwin dan Pak Dana dengan kondisi ini,” lanjut Syarief.

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi menyatakan, saat ini baru ada satu hotel yang siap dijadikan tempat isolasi untuk warga yang berstatus OTG tersebut. Hotel itu adalah Trans Hotel yang berlokasi di Jalan Cipaot, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Dengan kapasitas mampu menampung 40 pasien OTG. “Trans, yang siap dia. (kapasitasnya) 40, ya itu aja,” kata Edi Ariadi.

Selain di Trans Hotel Cilegon, lanjut Edi, Pemkot Cilegon juga akan menempatkan pasein OTG di rumah singgah Cikerai milik Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon.

“Selain di Hotel Trans Cilegon kita-kan punya rumah singgah Cikerai. Intinya sih, kita ingin masyarakat lebih disiplin enggak kemana-mana. Dan yang lebih penting lagi, bagaimana penanganan dan penyerabaran Covid-19 bisa diminimalisasir,” pungkasnya. []

0Shares