HMI Cilegon Bakar Lilin dan Kibarkan Bendera Kuning di Landmark, Wujud Kekecewaan Pada DPR

CILEGON, BCO – Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Cilegon menggelar aksi damai di Landmark Cilegon dengan membakar lilin serta mengibarkan bendera kuning tanda kematian, Selasa malam, 06 Oktober 2020.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan kepada wakil rakyat yang sudah mengesahkan UU Omnibus Law di tengah pandemi Covid-19.

HMI menilai, DPR RI terkesan terburu-buru merampungkan aturan kontroversial itu sehingga menimbulkan aksi massa besar-besaran di seluruh daerah.

“Bakar lilin dan mengibarkan bendera kuning menandakan matinya hati nurani para wakil rakyat. Kami pun HMI Cabang Cilegon & Cabang Sejabodetabek dan Banten akan ada aksi lanjutan di depan Senayan DPR RI. Kita kawal hingga judicial review. Kami elemen mahasiswa dan buruh akan bersatu untuk melawan ketidakadilan, karena kami menganggap pemerintah saat ini bersandar pada kepentingan para investor dan konglongmerat,” ujar Rikil Amri, Ketua HMI Cilegon.

Selain melakukan aksi bakar lilin dan kibarkan bendera kematian, aksi tersebut juga diwarnai dengan mimbar bebas serta aksi dramatikal.

Sementara Korlap aksi Sabawi menilai UU Omnibus Law itu hanya melihat dari sisi yang menguntungkan investor dan merugikan rakyat. “Dari pembahasan yang dilakukan oleh pemerintah tidak melihat sisi kepentingan masyarakat, justru lebih mementingkan kepentingan pribadi,” jelas Sabawi.

Massa dari HMI Cilegon juga turut mengarak spanduk MOSI tidak percaya terhadap anggota DPR dari Landmark hingga Gedung DPRD Kota Cilegon. []

0Shares