Hasil Rapid Tes, Pria Meninggal Tergeletak di Gerem Negatif

CILEGON, BCO – Menindaklanjuti temuan jasad pria paruh baya berumur 50 tahun di Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Jumat 17 April 2020.

Staf Puskesmas Grogol yang didampingi kepolisian langsung melakukan rapid tes terhadap jasad tersebut sebelum dievakuasi ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, diketahui almarhum dinyatakan negatif. Hal ini juga diperkuat oleh riwayat perjalanan dari almarhum yang hanya bekerja di kebun di wilayah Kalibaru selama 14 hari kebelakang.

“Hasil penelusuran dengan pemilik kontrakan, almarhum dalam 14 hari keluar rumah hanya untuk bekerja di kebun dan serabutan di wilayah Kalibaru. Sudah kurang lebih seminggu sakit, tetapi ibu kontrakan tidak mendengar ada batuk-batuk,” kata drg. Febrian Damayanti, Kepala Puskesmas Grogol kepada wartawan, Jumat malam, 17 April 2020.

Dikatakan drg. Febrian, sehari sebelum meninggal, almarhum yang diketahui bernama Suradji tersebut mengeluh sakit dan diurut oleh pemilik kontrakan yang juga berprofesi sebagai tukang pijat dan tidak ditemukan gejala Covid-19 hanya saja keras pada bagian perutnya.

“Sehari sebelum meninggal sempat diurut oleh beliau (pemilik kontrakan berprofesi tukang urut) dan mendapati bahwa perut almarhum kembung dan keras. Pada saat ditekan perutnya, almarhum menahan terlihat seperti sesak,” ujarnya.

Sebelum dimasukan ke kantong jenazah, petugas kesehatan bersama tim Inafis Polres Cilegon sempat melakukan uji rapid test dan hasilnya diketahui negatif.

“Dari riwayat menunjukkan kemungkinan Covid-19 sangat kecil. Tetapi untuk memastikan kami melakukan rapid tes dan alhamdulilah hasilnya negatif,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Febrian menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada. Saat ini, jenazah yang sudah terbujur kaku itu telah dievakuasi ke RSUD Cilegon untuk kepentingan medis.

Sebelumnya diberitakan, seorang laki-laki usia 50 tahunan meninggal dengan posisi tergeletak setengah tengkurap di teras rumah kontrakannya. Dan ditemukan oleh anak pemilik kontrakan sekira pukul. 16.00 WIB. Berdasarkan pengakuan anak pemilik kontrakan tersebut, almarhum Suradji sempat mengaku sakit sesak nafas oada bagian tubuhnya. []

0Shares