DPRD Hingga Mahasiswa Soroti Pencemaran Abu Batubara PT Krakatau Steel

Debu batu bara dari Blast Furnice PT KS berserakan di jalan

CILEGON, BCO – Pasca kejadian hujan abu batubara pada Jumat dinihari kemarin, dan berdampak pada ribuan rumah warga yakni Kelurahan Warnasari dan Samangraya yang ada di dekat lokasi berdirinya pabrik Blast Furnace PT Krakatau Steel, terus mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak.

Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Ibrohim Aswadi mengungkapkan, Komisi II DPRD Kota Cilegon akan segera mengambil langkah demi membantu masyarakat yang terpapar abu batubara. Bahkan, ia juga mengaku akan segera melakukan sidak dan memanggil manajemen PT Krakatau Steel untuk menjelaskan peristiwa tersebut.

“Dan Ketua Dprd sdh memerintahkan agar kami segera melakukan sidak dan sekaligus pemanggilan kepada managemen PT. KS untuk menjelaskan kejadian tsb secara detail, sekaligus kami akan mempertanyakan langkah langkah konkrit penanganan yg cepat seperti apa yg sudah dilakukan oleh pihak PT.KS, khususnya terhadap masyarakat yg menjadi korban tersebut,” ujar Ibrohim Aswadi kepada BCO Minggu, 15 Desember 2019.

Ia juga meminta, PT Krakatau Steel yang merupakan perusahaan plat merah ini untuk bertanggung jawab penuh terhadap korban akibat paparan abu batubara dari pabrik Blast Furnace miliknya. Selain itu, Kang Bobby sapaan akrab Muhammad Ibrohim Aswadi ini juga menyatakan, PT Krakatau Steel harus membuat program penanganan secara menyeluruh guna melindungi masyarakat dari bahaya pecemaran. “Penanganan secara terintegrasi dengan baik dan jangka panjang. Karena hal tersebut dikhawatirkan bisa saja terjadi dikemudian hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bobby juga mengaku sering mendapat keluhan dari masyarakat terkait aktivitas Blast Furnace tersebut yang sering menimbulkan keresahan di masyarakat sekitar. Ia juga menduga, ada kegagalan produksi dibalik beroperasinya pabrik ini.

“Karena dari mulai running mesin produksi bf, kita sdh sering mendapatkan laporan keluhan kejadian-kejadian debu yang dari proses bf dan seterusnya di PT KS yang bisa saja dimungkinkan karena  sop, safety, qualitas tool, dan equipment-ya kurang baik, atau memang ada kegagalan proses produksi dari sistem tekhnologi bf yang baru dilingkungan PT KS tersebut,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon ini juga mendesak,  Dinas Lingkungan Hidup dan Disnaker Kota Cilegon segera melakukan investigasi  menyeluruh di lapangan dan segera menhambil tindakan tegas terhadap kejadian ini. Dan meminta Dinsos Kota Cilegin segera turun membantu masyarakat yg menjadi korban.

Sementara di tempat berbeda, Ketua Umum Ikatan Mahasis Cilegon (IMC) Rizki Putera Sandika meminta DLH Kota Cilegon dan Pemerintah Kota Cilegon untuk serius dalam menangani hal tersebut. Menurutnya, kejadian ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, mengingat lokasi keberadaan pabrik sangat dekat dengan pemukiman warga. “Dlh dan Pemkot Cilegon harus secepatnya mengambil tindakan kepada PT KS, ini sudah merugikan masyarakat banyak loh. Kalau Dinas Lingkungan Hidup tidak bisa melakukan investigasi, lebih baik mundur saja kadisnya,” tegasnya. []

0Shares