Demo, Mahasiswa Bawa pocong Sebagai Simbol Kematian DPRD Cilegon

CILEGON, BCO – Puluhan massa aksi unjuk rasa dari elemen mahasiswa PMII Kota Cilegon mulai berdatangan sambil menyanyikan lagu perjuangan, Rabu, 14 Oktober 2020.

Massa yang menggelar aksi longmarch dari Sekertariat PMII Kota Cilegon di Kelurahan Citangkil menuju Gedung DPRD Kota Cilegon mulai memenuhi gedung dewan sekira pukul 14.45 WIB, dan langsung berorasi menolak pengesahan UU Omnibus Law serta meminta seluruh anggota dewan Kota Cilegon untuk menyampaikan aspirasi warga Cilegon terkait UU kontroversial itu untuk dicabut.

Ada pemandangan unik yang mewarnai aksi tersebut. Seorang demonstran tampak mengenakan kostum pocong lengkap dengan tali yang mengikat bagian – bagian tubuhnya. Pocong itu hadir ditengah massa sebagai simbol kematian dari hati nurani ara wakil rakyat.

“Simbol kematian dari DPRd Cilegon bang,” ujar salah seorang mahasiswa yang ikut aksi.

Untuk mengamankan aksi unjuk rasa ini, polisi menerjunkan 70 personel di sekitar area Gedung DPRD Kota Cilegon. Sementara untuk lalu lintas dari Simpang Tiga Cilegon menuju Merak, dialihkan ke belakang DPRD lalu tembus ke Lampu Merah ADB. Sebaliknya, dari arah Merak dialihkan ke belakang Pemkot Cilegon menuju Landmark Simpang Tiga Cilegon.

“Kita tutup sementara sampai aksi selesai, jam 17.00,” kata Kabag Ops Polres Cilegon Kompol Bambang Supeno di area Gedung DPRD Kota Cilegon.

Dikatakan Kabag Ops, aksi tersebut diharapkan bisa berjalan dengan damai.

“Insya allah mudah-mudahan aman, tertib, dan tetap kondusif,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Sementara, belum ada satupun anggota dewan yang keluar menemui mahasiswa. []

0Shares