Covid – 19 Masih Mengancam, Siswa Belajar Dirumah Hingga 20 Mei 2020

CILEGON, BCO – Untuk mengantisipasi penyebaran Covid – 19 di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan kota Cilegon kembali membuat kebijakan untuk siswa/i  SD, SMP, PAUD, dan sederajat di Kota Cilegon untuk kembali menambah masa belajar di rumah.

Hal itu diungkapkan Kadindik Kota Cilegon Ismatullah saat mengisi program Podcast BCO di Kantor Redaksi BCO Media, Lingkungan Kenanga, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Jumat 27 maret 2020.

Menurut Ismatullah, masa libur sekolah ini mulai berlaku di akhir Maret hingga 20 Mei 2020 dan dilanjutkan dengan hari – hari libur nasional pasca lebaran. Keputusan tersebut dilakukan lantaran untuk memutus mata rantai penyebaran wabah pandemik Global Corona Virus di Kota Cilegon. Namun meski tidak belajar di sekolah,  bukan berarti anak didik terbebas dar tugas pembelajaran sekolahnya.

“Liburan yang sekarang ini bukan liburan sekolah tapi dikarenakan liburan untuk memutus rantai Covid – 19. Sehingga mereka lebih baik di rumahkan dengan pola tentunya ada pembelajaran yang diatur oleh guru, oleh sekolah. Yang memang sebelumnya ada sekolah yang memprogramkan itu,” kata Ismatullah.

Dijelaskan Ismatullah, ada beberapa poin sehingga pihak Dindik meliburkan masa sekolah hingga akhir Mei 2020. Diantaranya, 21 Mei 2020 merupakan hari libur nasional Kenaikan Isa Almasih, tangga 22 – 29 Mei 2020 merupakan cuti bersama Idul Fitri 1441 H

“Perbedaannya memang mereka tetap harus ada di rumah perintah dari kita sampai tanggal 29 Mei. Maksudnya, anak samapai 20 Mei itu belajar dirumah. Tapi diatas tanggal 20, mereka tidak harus belajar dan tidak ada program pembelajaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, kendati masa liburan sekolah diperpanjang namun ada beberapa aktivitas  guru yang tetap berlangsung dengan pola pembagian jam kerja saat masa tanggap darurat Covid-19 ini berlangsung. Hal itu dilakukan supaya sekolah tidak kosong dan menjaga aset yang ada.

“Untuk itu ada pola libur yang kita rubah cara piketnya, guru akan kita tempatkan pada piket jam 07.00 – 13.00 itu piket pertama, dan yang piket kedua yang masuk itu adalah dari jam 13.00 – 18.00, dan malam hari diisi oleh tim kemanan sekolah dalam rangka mengamankan aset,” paparnya.

Disinggung pola pembelajaran yang nantinya diberlakukan untuk para anak didik, Ismatullah menerangkan, para guru disetiap sekolah bisa menggunakan peralatan elektronik dengan aplikasi daring (online) yang telah dimiliki sekolah ataupun yang disediakan Kementrian Pendidikan. Sehingga pola tersebut tidak membuat anak didik menjadi kelelahan. Pola jeda juga bisa bermanfaat bagi anak didik lantaran bisa lebih santai sambil menunggu berbuka puasa pada saat bulan Ramadhan tiba.

“Sehingga dengan adanya pola pembelajaran seperti itu menjadi bervariasi,” ucapnya.

Dikatakan Ismatullah, sistem belajar online memiliki beberapa kendala. Oleh karena ia tidak mempermasalahkan ketika anak didik sedang berada di Warnet (Warung Internet) untuk mengerjakan tugas sekolahnya.

“Ternyata anak ini kreatif mencari warnet menjadi jalan keluar untuk bisa tetap berkomunikasi dengan gurunya. Dan ini menimbulkan pemikiran kepada kita bahwa belajar memang bisa dimana saja,” pungkasnya.

Untuk diketahui saat ini ada 181 Sekolah Dasar (SD) berstatus Negeri dan Swasta di seluruh Kota Cilegon dengan jumlah murid tingkat akhir hampir 54 ribu orang. Dan 11 SMP dengan total jumlah murid tingkat akhir hampir 13 ribuan orang. []

0Shares