Banjir di Kruwuk, Dewan Minta Industri Buatkan Sungai

CILEGON, BCO – Masyarakat Lingkungan Kruwuk, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, meminta Pemerintah Daerah Kota Cilegon dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon untuk turun langsung menangani banjir yang menerjang wilayah mereka beberapa waktu lalu di kawasan tersebut.

Hal tersebut terungkap setelah masyarakat mengikuti kegiatan dengar pendapat (hearing) bersama Komisi II DPRD Kota Cilegon dan pihak industri di Gedung DPRD Kota Cilegon. Hadir di antaranya PT Lotte Chemical Indonesia, PT KIEC, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), dan industri lainnya, Rabu 8 Januari 2020.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi menegaskan, pihak industri diwajibkan mengikuti instruksi atau arahan hasil kesepakatan yang telah dibuat.

Perihal penanganan banjir di Lingkungan Kruwuk, Komisi II meminta industri untuk berperan aktif dalam hal pelaksaan dengan dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Perumahan dan Kawasan Perumahan (DPKP), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon.

Sementara disinggung soal lahan, Faturohmi mengatakan pihak PT Kiec untuk menyediakan lahan guna dibuat sungai sebagai saluran air.

“Kita minta industri yang menyediakan lahan itu, lahan itu harus dipaksa menjadi aliran sungai. Yang dari PT Kiec, tandon juga sudah jelas dari PT Kiec,” ujar Faturohmi.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi industri. Menurutnya pihak industri setuju dengan penyediaan lahan untuk dijadikan saluran air, dan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, di daerah tersebut terdapat beberapa aliran air yang mengalami penyempitan akan bat adanya pembangunan pabrik kimia milik PT Lotte Chemical Indonesia.

“Yang saya dengar tidak ada penolakan, mereka (PT KIEC) hanya menunggu rencana pembangunan bahu jalan yang akan dilakukan oleh PT PCM. Saya tegaskan tidak menunggu rencana yang molor tadi dan tidak jelas kapan pelaksanaannya, yang kita dahulukan sungainya saja,” kata Faturohmi.

“Kita juga minta ke lotte untuk menyediakan sodetan dan aliran sungainya di perlebar,” Ia menambahkan.

Sementara di tempat yang sama, General Manager PT Lotte Chemical Titan Nusantara (LCTN) Marijono mengatakan, PT LCI tidak mempermasalahkan permintaan yang disampaikan oleh Komisi II. Oleh karena itu, pihaknya telah melakukan pelebaran, dan membuat sodetan yang mana melibatkan warga Kruwuk dalam hal pekerjaannya.

“Kalau lotte sudah langsung action. Sudah normalisasi sungai, sudah lebarin sungai yang mengarah ke laut. Kemudian juga masyarakat lingkungan Kruwuk diminta untuk melakukan pekerjaan itu dan kita yang ngasih dananya,” katanya.

Disinggung soal lima titik aliran air yang tertutup akibat aktivitas pengurugan setinggi empat meter di lokasi bekas rawa yang telah dibeli dari PT KIEC tersebut, Marijono mengaku hal ini terkendala lahan dan membutuhkan bantuan beberapa pihak industri lain untuk membuat saluran guna mengalirkan air ke laut.

“Saya pikir juga enggak cukup hanya melalui satu aliran saja kita harus bikin terobosan baru yang sebelah kanan ke laut sana. Dan itu perlu bantuan juga dari PT KAI, Mitsubishi dari yang lain-lain untuk membuat saluran, kalau dari kita udah siap,” ujar Marijono. []

0Shares