Antisipasi Corona, RSUD Cilegon Akan Pasang Termometer Tembak

CILEGON, BCO – Meningkatnya warga yang terjangkit virus corona di Indonesia membuat instansi kesehatan berupaya mengantisipasi hal itu agar tidak menjangkiti masyarakat luas. Tak terkecuali di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon yang sering didatangi banyak orang untuk memeriksa kesehatannya, membesuk, maupun mendampingi orang sakit.

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pandemi tersebut, manajemen RSUD Cilegon membentuk tim dan juga melakukan sosialisasi kesiapsiagaan terhadap penatalaksanaan dan penularan terhadap Covid-19 ini.

Dokter Spesialis Paru-paru pada RSUD Cilegon dokter Lulu Dian Anggraini mengatakan, dalam waktu dekat manajemen akan melakukan screening menggunakan alat pemeriksaan suhu yang dilengkapi dengan termometer inframerah genggam atau dikenal dengan “termometer tembak” terhadap masyarakat di Lingkungan RSUD Cilegon. Baik itu pengunjung, karyawan RSUD, maupun tenaga kesehatan di rumah sakit. Selain itu, sejauh ini RSUD Cilegon sudah menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menjaga tenaga kesehatan agar tidak terlular oleh penyakit tersebut. APD tersebut akan digunakan apabila ada orang yang terduga terjangkit virus corona.

“Kita upayakan semaksimal mungkin APD itu selalu terpenuhi, karena yang paling harus kita lindungi adalah tenaga kesehatan yang melayani pasien. Jadi ini persiapan seandainya ada orang dalam pemantauan atau pasien dalam pengawasan,” katanya kepada wartawan di RSUD Kota Cilegon, Jumat 13 Maret 2020.

“Dalam waktu dekat akan disediakan thermal scan untuk screening pasien, pengunjung, maupun karyawan,” tambah dokter Lulu.

Disinggung soal pengadaan alat penanda suhu tubuh tersebut, dokter Lulu mengatakan, akan mengupayakan untuk menyediakan 10 unit alat yang nantinya akan dipasang di jalur akses keluar masuk di RSUD Cilegon.

“Direncanakan, karena kita punya 3 pintu masuk minimal 3. Tapi diupayakan kita menyediakan 10 unit, jadi semua pintu masuk bisa terdeteksi. Tapi minimal di pintu-pintu akan ada thermal scan,” ujarnya.

Sementara itu, dokter Lulu menjelaskan, saat ini ada beberapa rumah sakit swasta di Banten yang telah mengaplikasikan Termometer Tembak tersebut guna mengantisipasi adanya orang yang terjangkit Corona Virus ini.

“Yang saya tahu memang ada beberapa rumah sakit swasta yang sudah ada. Di Tangerang, di RSKM pun sudah ada. Kalau thermal scan itu lebih ke sumber daya masing-masing rumah sakit, jadi prinsipnya karena kita mau meningkatkan kesiapsiagaan, kita deteksi sedini mungkin. Kita sediakan thermal scanner,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Plt. Dirut RSUD Kota Cilegon dokter Arriadna mengatakan, pemakaian termometer tembak ini akan dilaksanakan setelah alat tersebut tersedia di RSUD Cilegon.”Tergantung barangnya ada enggak, nyari barangnya sekarang susah,” imbuhnya.

Arriadna mengatakan, pengadaan termometer tembak ini merupakan hasil dari anggaran rumah sakit itu sendiri. Kendati demikian harganya cukup mahal.

“Itu harganya biasanya enggak sampai 250 ribu satu biji itu, sekarang 1 juta lebih. Sama dengan masker aja, masker jadi mahal ini juga jadi mahal,” ucapnya.[]

0Shares