Aktivitas Terminal Pakupatan Serang Disetop

SERANG, BCO – Pasca berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia nomor PM 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), kondisi Teminal Pakupatan di Kota Serang disetop dan nampak sepi dari aktifitas.

Hasil pantauan BCO, meski sempat melihat adanya sarana transportasi yang biasa digunakan menuju Banten Selatan, namun di Terminal Tipe A tersebut nampak tidak ada satupun kegiatan menaikan dan menurunkan penumpang.

Terminal Pakupatan yang setiap harinya menjadi tempat transit transporta si antar provinsi dan dipenuhi aktivitas masyarakat yang hilir mudik di tengah kesibukannya, kini nampak sepi dari segala aktifitasnya.

Lanjut menuju terminal bayangan Kemang, wilayah yang biasanya dipadati oleh bus antar provinsi yang hendak mengankut penumpang kini kondisinya pun sama tidak ada aktifitas.

Seperti yang disebutkan dalam permenhub bahwa, sejak tanggal 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020 penggunaan sarana transportasi dilarang untuk sementara, beberapa transportasi tersebut yakni, transportas darat, perkeretaapian, laut dan udara.

Larangan sementara tersebut berlaku untuk sarana transportasi dengan tujuan keluar atau masuk wilayah yang sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), zona merah penyebarn Covid-19, dan aglomerasi yang telah ditetapkan sebagai wilayah PSBB.

Dalam peraturan menteri tersebut juga dijelaskan, apabila melanggar ketetapan tersebut akan dirahkan untuk kembali keperjalanan, selebihnya akan dikenakan sanksi seuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu untuk mengantisipasi pelanggaran, pemerintah telah memberlalukan chek point disetiap keluar masuk daerah yang dijaga langsung oleh pihak kepolisian dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Balai Pengelola Transportasi Darat. []

0Shares