500 Ribuan Pengguna Narkoba di Banten, BNNK Cilegon: Di Cilegon 5007 Orang

CILEGON, BCO.CO.ID – Berdasarkan hasil penelitian terhadap pengguna narkoba dari seluruh daerah di Banten dari satu tahun terakhir, BNNK Cilegon mengungkapkan ada sekitar 500 ribu warga Banten yang menjadi pengguna narkoba berbagai jenis.

Angka itu didapat setelah BNN melakukan penelitian bersama Universitas Indonesia pada pusat penelitian kesehatan dengan metode Multi Stage Random Sampling, yang menunjukan angka prevalensi usia 10 – 59 tahun. Dari hasil sample penelitian yang dilakukan di empat daerah (Cilegon, Serang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang) dengan angka prevalensi ini ternyata ada ratusan ribu warga Banten yang menggunakan narkoba. Sementara untuk Kota Cilegon, ada 5007 orang warganya yang menggunakan narkoba.

“Samplenya rupanya di Banten itu angkanya lumayan. Kalau di Banten itu sampai 500-an ribu pengguna narkoba, termasuk semua daerah di Banten (berdasarkan) angka prevalensinya. Kalau di Kota Cilegon angka pastinya 5007 yang pernah menggunakan dalam setahun terakhir,” ujar Petugas Penyuluh Narkotika pada BNNK Cilegon Iqbal Fahmi, saat Podcast bareng Fauzi Albarra di Kantor Redaksi BCO Media, Senin 16 November 2020.

Dari data yang disampaikannya itu, Iqbal menambahkan, dari 8 kecamatan yang ada di Kota Cilegon adalah berkisar sekitar 200 orang. Akan tetapi, ada juga wilayah yang data pengguna menunjukan pengguna narkobanya melebihi angka rata-rata.

“Beberapa angka yang tinggi itu ada di Pulomerak, kemudian di Cibeber, dan di Jombang. Itu indikatornya pelaku tindak pidana pengguna narkoba. Tapi kalau angka yang masuk ada di Pulomerak,” jelas Iqbal.

Beberapa waktu kebelakang, lanjut Iqbal, BNN dan Polda Banten menggagalkan aksi penyelundupan 600 kilogram ganja masing masing 300 kilogram dari Pulau Sumatera yang hendak melintasi wilayah Kota Cilegon.

Ia juga menjelaskan bagaimana sistem penyelundupan narkoba jenis sabu yang kerap lolos dari pantauan petugas. Menurutnya, berbagai cara dilakukan pelaku pemilik barang itu untuk sampai ke tangan penggunanya.

“Kalau sabu lebih unik (penyelundupannya) karena bisa di oplos, sebelum dibawa ke Jakarta di oplos dulu disebarkan di sekitar baru dibawa kesana,” pungkasnya. []

0Shares