2019, Pencurian Motor Dominasi Kejahatan di Cilegon

CILEGON, BCO – Sepanjang tahun 2019, angka tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Cilegon menurun sebanyak 64 kasus, jika dibandingkan dengan kasus yang terjadi di tahun 2018 yang mencapai 653 kasus. Berdasarkan data yang dikeluarkan pada tahun 2019, Jumlah Tindak Pidana (JTP) yang berada di Polres Cilegon berjumlah 589 kasus, dengan kasus menonjol (kasjol) sebanyak 443 kasus. Sementara untuk Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP) sebanyak 359 kasus, dengan Kasjol sebanyak 217 kasus dengan presentase sebesar 61 persen. Sementara untuk tunggakan JPTP sebanyak 230 kasus.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengungkapkan, berdasarkan catatan kepolisian atas kasus yang ditangani. Tercatat, kasus pencurian kendaraan bermotor sebanyak 167 kasus, disusul kasus penyalahgunaan narkotika sebanyak 96 kasus. Dan diurutan ketiga ada pencurian dengan pemberatan, sebanyak 82 kasus, serta tindak pidana penggelapan 33 kasus.

“Ada juga penipuan atau kecurangan ada 31 kasus dan pencurian biasa ada 21 kasus. Untuk kasus kejahatan yang berkaitan dengan perlindungan anak yaitu 21 kasus dan kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) ada sebanyak 6 kasus,” ujar Kapolres saat press release yang dilaksanakan di Mapolres Cilegon, Selasa 31 Desember 2019.

“Sementara untuk kejahatan yang merugikan negara, yaitu HAKI 4 kasus, ilegal logging nihil, dan ilegal mining 4 kasus dalam proses, namun belum selesai. lingkungan hidup ada 2 kasus, perlindungan konsumen ada 2 kasus. Sementara untuk korupsi ada 1 kasus, hingga saat ini belum selesai. Dengan total ada 589 kasus selama 2019,” jelasnya.

Kemudian, untuk tahun 2020 nanti Polres Cilegon akan meningkatkan kegiatan komprehensif dan preventif, mengingat 23 September mendatang akan ada hajat demokrasi tingkat kota. Ia juga berharap, kerjasama setiap elemen bisa menciptakan kondisi yang aman selama penyelenggaraan pemilu.

“Kita akan ada patroli di daerah-daerah rawan. Selain itu akan kita pantau atau patroli siber kegiatan medsos. Sehingga tidak ada isu sara yang mengadu domba di Pilkada 2020,” tandasnya. []

0Shares