135.000 KK di Kota Serang Belum Sensus Penduduk Online

SERANG, BCO – Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Pusat Statistik yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri telah memberlakukan Sensus Penduduk Online (SPO) namapaknya belum sepenuhnya diindahkan oleh masyarakat Kota Serang.

Hal tersebut terbukti dari data yang dibeberkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang Dadang Ahdiat yang menyebutkan bahwa baru 43.000 masyarakat Kota Serang yang melakukan SPO.

“Dari 178.000 KK di Kota Serang yang sudah itu baru 43.000 jadi sekitar 24% hampir ke 25% nya saja,” kata Dadang saat dikonfirmasi BCO via pontelpon oleh BCO, Jumat 10 April 2020.

Sementara itu, masih adanya kendala error dalam pengisian SPO, Dadang menyebutkan itu bisa diakibatkan dari beberapa faktor, salah satunya data perbaikan KK yang belum tercover.

“Memang data base yang masuk dari Disdukcapil itu hingga bulan Juni pertengahan 2019, kalau lebih dari bulan itu kemungkinan datanya belum tercover jadi bisa kemungkinan error,” ujarnya.

Selain itu faktor sinyal dan pengisian SPO yang tidak selesai juga bisa menyebabkan error. Oleh sebab itu, Ia menuturkan masyarakat tidak perlu khawatir, karena akan adanya sensus wawancara pada bulan September tahun ini.

Dadang berharap dengan kondisi seperti saat ini harusnya lebih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan pengisian SPO.

“Harapan saya masyarakat bisa dimaksimalkan pengisian SPO nya karena kondisi lagi lockdown seperti ini, terlebih ini kan g perlu keluar rumah yang penting punya kuota internet,” harapnya.

Menurutnya, pengisian SPO ini tidak sulit, melainkan tingkat kesadaran masyarakat yang masih kurang. “Saya liat tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah,” jelasnya.

Selebihnya, Ia menyebutkan bahwa dengan adanya waktu penambahan dua bulan, SPO masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar segera melakukan pengisian data. []

0Shares